2014 Meski Suara Jokowi Kalah, Aceh Tetap Disamakan Dengan Daerah Lain

Negaraonline.com, Aceh Utara – Sedikitnya lima ratusan masyarakat Aceh Utara menghadiri acara deklarasi pemenangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi – Ma’ruf Amin, di Gedung Olahraga (GOR) Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (23/3/19).

Deklarasi Jokowi – Amin dipimpin oleh Ketua Kampanye Kabupaten (TKK) Kabupaten Aceh Utara, Misbahul Munir, ST alias Rahul. Hadir juga Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh, Irwansyah atau yang akrab disapa Muksalmina, dan Partai pendukung Jokowi – Amin diantaranya PDI Perjuangan, Nasdem, dan ratusan relawan.

Pada kesempatan itu, Ketua TKD Provinsi Aceh, Misbahul Munir, ST menyampaikan, bahwa untuk Aceh Utara telah maksimal mungkin untuk bekerja memenangkan Jokowi – Ma’aruf Amin sebagai Presiden RI 2019.

Dia mengatakan alasannya mendukung Jokowi – Amin karena apa yang tidak dilakukan oleh Jokowi untuk pembangunan. Ia mencontohkan bahwa Jokowi telah banyak membangun jalan Tol termasuk di Aceh.

“Insya Allah tahun 2024 Aceh sudah ada jalan tol. Dalam hal membangun Aceh, Jokowi sudah banyak membangun untuk Aceh. Jika tidak kita terima Jokowi untuk Aceh, apa yang terjadi nantinya,” demikian sambutan Rahul di hadapan ratusan relawan.

Sementara itu, Ketua TKD Provinsi Aceh Jokowi Ma’ruf Amin, Tgk Muksalmina, mengatakan bahwa Pemilihan Presiden ( Pilpres ) tahun 2014 lalu PNA mendukung Jokowi dan tahun 2019 sekarang ini juga masih mendukung Jokowi.

“Alhamdulilah selama 4 tahun pak Jokowi memimpin, mengalir anggaran 4 triliun lebih selama empat tahun untuk membangun Indonesia,” ujar Muksalmina.

Apalagi, lanjut Muksalmina, beliau (Jokowi) pernah tinggal di Aceh Utara dan Aceh Tengah. Tidak ada gejolak saat beliau memimpin. Memang, pada 2014 Jokowi tidak menang di Aceh dan hanya meraih suara 45 persen sekian. Akan tetapi tata pemerintahan yang beliau jalankan tidak ada perbedaan di daerah mana yang menang maupun yang kalah.

“Selama 4 tahun memimpin hanya fitnah terus menerus untuk pak Jokowi. Tetapi tidak pernah beliau gubris. Yang terpenting bagi Jokowi bagaimana untuk membangun bangsa ini lebih baik,” ucapnya. ( Syahrul )

Tinggalkan Balasan