4 Tersangka Perdagangan Manusia Diringkus, 1 DPO

Asahan, Negara Online – Satuan Reskrim Polres Asahan mengamankan 4 orang pelaku tindak pidana perdagangan orang, Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga, SIK, M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Bayu Putra Samara, SIK pada hari Senin Tanggal 13 Nopember 2017 Pukul 17.00 Wib Personil Pos Bagan Asahan Patroli dengan menggunakan Kapal Motor Patroli di Perairan Wilayah Hukum Pos Bagan Asahan, melihat melintas 1 (satu) buah Perahu Kecil bermuatan 8 (delapan) orang penumpang yang dicurigai. Kamis (16/11/17)

Kemudian petugas memberhentikan dan menepikan Perahu Kecil itu ke darat, delapan dari tujuh orang itu masing masing bernama, M. Tahir, Heffa Linur, Dalin Ginting, Roy Armi, Tri Tince, Monoarfa, M. Khadafi, M. Yunus Sinaga.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ABK dan penumpang serta barang barang mereka bawa, mereka mengakui akan berangkat menuju negara Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi.

“Akan diberangkatkan dengan Kapal Tongkang yang sedang rusak di tepi perairan Sei Ular. Selanjutnya personil Pos Bagan Asahan mendatangi Kapal Tongkang yang rusak itu dan ternyata di Kapal Tongkang itu didapati 5 orang WNA yang juga hendak di berangkatkan ke Negara Malaysia.

Kemudian ke 5 (lima) orang WNA itu di bawa ke Pos Bagan Asahan guna dilakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan ke lima orang itu mengaku bernama, Kamal Mehta asal negara Nepal, Ravin Thiran asal negara Srilangka, Vimala Kantain asal negara Srilangka, Jeay Chatiran asal negara Srilangka, Tuthaya Kumar asal negara Srilangka.

Setelah Satuan Reskrim Polres Asahan menerima ke 13 orang tersebut maka dilakukan penyidikan, dan dari hasil penyidikan, menetapkan 4 orang pelaku masing masing ber Inisial, S Als D Als R, 2. AM, 3. SR Als C, 4. NHP.

Dijelaskan Bayu, peran masing masing pelaku berbeda, pelaku, S Als D Als R sebagai agen yang menerima dan menyembunyikan di rumah pelaku bagi orang orang yang hendak diberangkatkan ke negara Malaysia. AM pelaku yang menjemput orang orang yang hendak diberangkatkan ke negara Malaysia, kemudian menyerahkan kepada pelaku SR Als C. SR Als C sebagai agen yang biasa menampung dan menyembunyikan orang orang yang hendak di berangkatkan ke Malaysia di rumah pelaku SR Als C, dan pada saat itu pelaku SR Als C menyerahkan kembali kepada F yang pada saat ini melarikan diri, DPO orang yang mengantarkan kepada awak Kapal pelaku NHP.

“NHP pelaku ABK Kapal yang akan memberangkatkan dan menyeberangkan orang orang yang hendak ke Malaysia. Terhadap 4 orang WNA asal Srilangka yang datang ke Indonesia melalui Pulau Nias menuju Malaysia melalui perairan Tanjung Balai Asahan melalui agen dengan biaya Rp. 16.000.000,” ujar Kasat Reskrim.

Sedangkan terhadap 1 orang WNA asal Nepal datang ke Tanjung Balai Asahan melalui Aceh. Dan terhadap ke 5 Orang Warga Asing itu akan diserahkan ke oihak Imigrasi Kodya Tanjung Balai Asahan.

Petugas turut menyita barang bukti berupa, 1 Unit Kapal Tongkang dalam keadaan rusak.1 Unit Sepeda Motor Vario tanpa plat nomor, 4 Unit Handphon merek Nokia, Uang tunai Rp. 229.000.

Terhadap ke 4 pelaku dipersangkakan melanggar tindak pidana Perdagangan orang sebagai dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 4 dari Undang undang RI No. 21 Tahun 2007, dengan ancaman hukuman paling tinggi 15 (lima belas) Tahun, dan denda paling banyak Rp. 600.000.000 (Adlin)

Tinggalkan Balasan