73 orang Dewan Hakim Dilantik, Begini Kata Bupati Asahan

Negaraonline.com, Asahan – Pemkab Asahan secara penuh melimpahkan tugas dan tanggung jawab penilaian terhadap peserta MTQ. Dewan hakim tidak diintervensi oleh pihak manapun dalam melakukan penilaian. Hasil MTQ merupakan indikator keberhasilan pembinaan tilawah Al Quran selama 9 tahun terakhir.

MTQ dilaksanakan dilapangan bola kaki Dusun VI Desa Silau Lama Kecamatan Silo Laut, sejak tanggal 5-9 Maret 2019.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc saat melantik dan baiat dewan hakim Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke 50 tingkat Kabupaten Asahan tahun 2019 di aula Melati Kantor Bupati, Selasa (5/3/19).

Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dalam pidato tertulisnya yang dibacakan H Surya mengatakan dewan hakim sebagai figur terpercaya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang akan menentukan hasil pelaksanaan MTQ tahun 2019.

Sebagai sosok yang memiliki pengetahuan yang mapan dibidangnya, para dewan hakim akan melaksanakan tugas dan kewajiban yang diberikan secara profesional dan amanah.

” Pertahankan citra positif para dewan hakim dan citra pelaksanaan MTQ. Apabila citra positif tersebut sudah berkembang ditengah tengah masyarakat, masyarakat akan antusias dan semangat dalam melakukan pembinaan peserta untuk meraih prestasi serta menyambut gembira MTQ yang dilaksanakan Pemkab Asahan” terang Surya.

Dewan hakim yang dilantik berjumlah 73 orang, H Ahmad Kosim Marpaung SAg MSi sebagai Ketua, Kuswara MM sebagai Sekretaris. Acara dihadiri Wakil Bupati Asahan, mewakili Kapolres, mewakili Danlanal TBA, mewakili Dandim, Ketua MUI, Kakankemenag, OPD, Camat, Kabag dan undangan lainnya.

Lebih lanjut dikatakan wakil orang nomor satu di Pemkab Asahan, peserta terbaik bukanlah mutlak sebagai duta Asahan pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Utara, namun akan dilakukan pemusatan latihan yang lebih selektif agar dapat berkontribusi pada MTQ tingkat Sumut.

” Diluar MTQ, dewan hakim diharapkan melakukan pembinaan kepada masyarakat, mencari bibit-bibit baru, menemukan teknik-teknik mutahir, praktis dan lebih menarik untuk memberantas buta aksara Al-Quran dan memberikan pemahaman tentang nilai nilai Al Qur’an bagi orang-orang yang sudah bisa membaca Al-Quran.” Kata Surya.(Bawadi)

 

 

Tinggalkan Balasan