Armen Putra : Gunung Sinabung Berstatus “Awas” ,Jauhi Zona Berbahaya

www.negaraonline.com, Tanah Karo – Gunung api Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, sejak bulan Pebruari 2018 relatif tenang dan tidak terdengar suara gemuruh ataupun erupsi.

Dengan situasi gunung Sinabung yang minim aktivitas, banyak warga masyarakat di kabupaten Karo yang berprofesi sebagai petani merasa gembira dan senang karna dalam kurun waktu beberapa bulan,gunung api Sinabung jarang terlihat bergejolak (erupsi) seperti sedia kala yang terus memuntahkan lava panas dan menyemburkan debu vulkanik.

M Singarimbun (54) warga desa Kuta Mbaru Kecamatan Tiganderket, saat di jumpai negaraonline di kawasan perladangan miliknya saat ia beserta keluarganya sedang memanen buah cabai merah hasil tanamannya yang terletak di daerah simpang Sukatendel Singarimbun.

Kami berharap situasi gunung Sinabung tetap seperti ini, karena sudah beberapa bulan terakhir ini Sinabung tidak lagi erupsi dan memuntahkan abu vulkanik seperti dulu, sehingga tanaman kami saat ini bisa menghasilkan, karena dari tahun tahun sebelumnya kami petani selalu gagal panen akibat seringnya Sinabung erupsi dibarengi debu vulkanik yang kerap kali meluluh lantakkan tanaman kami.

Mudah mudahan aktivitas Sinabung berkurang dan menurun statusnya, agar kami para petani disini tetap bisa bercocok tanam dengan tenang untuk dapat mencukupi biaya kebutuhan hidup kami.

Kepala pos pengamatan gunung Sinabung, Armen Putra kepada awak media mengatakan kondisi dan situasi terkini gunung api Sinabung pada hari kamis (04/10/18) bahwa status gunung sinabung masih “awas”. Untuk saat ini sinabung relatif tenang dan tidak ada erupsi saat ini sebagian sinabung tampak tertutup kabut dan awan putih.

Walaupun keadaan Sinabung tenang, kami tetap menghimbau kepada masyarakat luas agar tetap mengikuti arahan dari aparat keamanan yang berjaga di zona merah, agar warga menghindari jalur lahar dingin Sinabung, mengingat seperti saat ini kondisi di seputaran lereng Sinabung dan Kabupaten Karo seluruh nya telah memasuki musim penghujan agar terhindar dari bahaya banjir lahar dan jauhi zona merah berbahaya yang telah ditetapkan pihak BNPB demi keselamatan warga, ujar Armen (Daris Kaban)

Tinggalkan Balasan