BPJS Berikan Inovasi Baru FKTP

www.negaraonline.com, Tanjung Balai – BPJS Kesehatansemakin giat berinovasi untuk kemudahan dalam pelayanan peserta. Setelah sebelumnya meluncurkan Aplikasi Mobile JKN yang teruji dapat mengurangi antrian di kantor, kini hadir inovasi baru berupa Sistem Rujukan Online program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sistem Rujukan Online diciptakan untuk mengikuti perkembangan era digital dengan cara melakukan simplifikasi terhadap pelayanan kesehatan Peserta JKN-KIS pada fasilitas kesehatan.

Pada aplikasi P-care milik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sudah langsung terhubung dengan aplikasi VClaim di rumah sakit, sehingga rujukan lebih realtime dan memberikan kepastian kepada peserta terkait rujukannya. FKTP pun dapat melihat kompetensi dari Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Salah satu FKTP dari total 60 FKTP mitra di Kabupaten Asahan, yang telah menerapkan Sistem Rujukan Online adalah Dokter Praktik Perorangan (DPP) Lobianna Nadeak, saat ditemui dikediaman sekaligus tempat praktiknya di Kisaran, Kabupaten Asahan, Rabu (3/10/18) bersedia mengungkap manfaat rujukan online. ” DPP Lobianna Nadeak telah berdiri sejak tahun 1999 dan bergabung menjadi mitra BPJS Kesehatan sejak tahun 2015 “, Sebutnya.

Lobianna mengaku bahwa selama ini tempat praktiknya telah menerapkan Sistem Rujukan Online. ” Sebelumnya kami memang sudah (menerapkan) Rujukan Online. Namun baru bulan ini mungkin ditegaskan oleh BPJS Kesehatan seiring upgrade aplikasinya,” Tutur Lobianna yang tak lain Dokter menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran tersebut dan menerangkan bahwa banyak manfaat yang dirasakan oleh peserta dengan mengimplementasikan rujukan online, Jelasnya.

“Kami baru buka kan sore, sebelumnya pasien lama menunggu bahkan ada yang sampai 1 (satu) jam untuk cetak rujukan, tergantung jaringan. Sekarang kalau mau kita rujuk, ya kita tinggal catat data peserta dan besoknya peserta bisa langsung ke RS rujukannya. Karena kami di sini tinggal entry datanya saja,” Ungkapnya.

Lobianna pun merasakan manfaat rujukan online bagi kliniknya karena dapat menghemat tenaga dan biaya.“ Sekarang lebih terasa hematnya. Kami jadi tidak habis kertas dan tinta, selain itu juga hemat tenaga karena kerjaan pegawai disini tidak repot cetak rujukan lagi.

Ia menambahkan, Akhirnya bisa fokus kerjanya. Satu pegawai fokus untuk administrasi dan satu (pegawai) lagi adalah perawat,” aku Lobianna.
Ditanya mengenai kendala yang dihadapi, ia optimis dapat terselesaikan dengan baik. “Setiap masalah ada solusi dan merasa yakin setiap masalah yang kita hadapi dalam sistem Rujukan Online ini pasti ada solusinya dari BPJS Kesehatan. Namanya juga sistem baru,” Tutur ibu tiga orang anak tersebut.

Lobianna mengungkapkan bahwa masih banyak peserta yang tidak yakin Rujukan Online sudah diimplementasikan saat ini.“ Iya, masih banyak (peserta) yang belum yakin akan dilayani dirumah sakit tanpa bawa kertas rujukan lagi, padahal mereka saja belum ke rumah sakit. Bahkan sampai dikasih jaminan bahwa sekarang sudah bisa (Rujukan Online). Alhasil, belum ada yang komplain tuh sejak (Rujukan Online) ini diterapkan. Tidak ada yang balik lagi ke sini (tempat praktiknya), ya karna sudah dilayani dirumah sakit,” Ujarnya

Pada kesempatan itu, Lobianna juga membagikan pengalamannya tentang rujukan online ini kepada sesama FKTP maupun rumah sakit.“ Intinya baru satu bulan, manfaat rujukan online ini sudah terasa untuk kami. Semoga BPJS Kesehatan tetap bisa mempertahankan yang baik,” Tutupnya sembari tersenyum.(Irawan)

Tinggalkan Balasan