Camat Kuta Buluh 4 Bulan Tidak Ngantor Karena Sakit

www.negaraonline.com, Karo – Berdasarkan PP No.19 tahun 2008 pasal 1 ayat 9 tentang kecamatan, bahwa camat adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Bupati/Walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.

Hingga Senin (15/10/18) Camat Kuta Buluh, Rosanna br Sembiring SH sudah hampir 4 bulan tidak masuk kantor, terbukti sudah 5 kali awak media ingin mengkonfirmasi Camat namun belum ketemu. Saat selulernya dihubungi terdengar nada panggilan masuk namun tidak diangkat.

Salah seorang staf Kecamatan yang tidak bersedia identitasnya ditulis mengakui bahwa Ibu Camat sejak bulan Juli 2018 sampai saat ini tidak masuk kantor dikarenakan sakit diabetes dan sedang menjalani proses cuci darah rutin.

Namunpun demikian kami sebagai staf tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.Surat menyurat yang harus ditandatangani Camat kami bawa berkas berkas ke rumah sakit dikala ibu camat sedang dirawat ataupun ke tempat tinggalnya yang berada di desa Tiganderket.

Masyarakat Kuta Buluh menyayangkan Camat jarang masuk kantor. Namun Bupati Karo belum mengambil sikap atau kebijakan dalam menyikapi hal tersebut, akibatnya warga yang hendak mengurus surat menyurat kesulitan. Akibatnya pelayanan kepada masyarakat kurang maksimal, demikian dikatakan D Kaban Sekjen DPD Garda Pemuda Nasdem Kabupaten Karo kepada awak negaraonline.

D Kaban berharap agar pihak yang berkompeten dapat membuat kebijakan sesuai prosedur yang berlaku dalam mengangkat jabatan pengganti Camat atau Plh agar roda pemerintahan tidak fakum dan berjalan sesuai mekanisme.

Tanpa pimpinan Camat di suatu wilayah ibarat dalam bahasa karo nya ” bagi anak manuk la rindong (seperti anak ayam kehilangan induknya), ujarnya (Julius Pelawi).

Tinggalkan Balasan