Dana BUMDES Perkebunan Pernantian Diduga Diselewengkan

Negaraonline.com, Labura – Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Perkebunan Pernantian,  Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) anggaran 2018 diduga diselewengkan oleh pengurus Bumdes Perkebunan Pernantian.

Terkuaknya dugaan penyelewangan dana Bumdes itu, dari pantauan media hingga saat ini belum ada  tereleasasinya dilapangan penggunaan dana ratusan juta tersebut.

Dana dari Anggaran APBN Pusat itu khbarnya  sebesar Rp 380 juta, telah dikeluarkan dari kas Desa dan telah diterima oleh pengurus Bumdes Perkebunan Pernantian, serta SPJ untuk penggunaan dana tersebut seharusnya akhir tahun 2018 telah dilaporkan ke Dinas PMD Labura.

Dalam hal ini masyarakat tidak mengetahui kemana Dana Bumdes itu dipakai, padahal anggaran 2018 telah habis, tapi dana sebesar itu belum juga terlihat penggunaannya.

Ketua Bumdes Perkebunan Pernantian, Yus Rizal saat ditanya wartawan mengakui belum menggunakan dana Bumdes tersebut, dengan dalih belum turunnya Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) di Desa Perkebunan Pernantian.

” Kita masih menunggu BPK turun memeriksa ke Desa Perkebunan Pernantian, baru dana tersebut kita pergunakan, dan Dana itu masih di kas Bumdes”, ujar Yus Rizal kepada wartawan melalui Hp selulernya, Senin (18/3).

Saat ditanya lagi siapa saja pengurus Bumdes Perkebunan Pernantian. Ia menyebutkan Sekretaris Bumdes Mandor satu dan Bendahara Bu Ros ( Istri Kepala Desa).

Sementara itu, Mandor satu di Perusahaan Perkebunan Pernantian ketika dikonfirmasi membantah keterlibatannya sebagai pengurus Bumdes.” Saya tidak ikut-ikutan sebagai pengurus Bumdes Perkebunan Pernantian,” tegas Mandor satu kepada awak media.

Hingga berita ini dikirimkan  ke Redaksi Kepala Desa Perkebunan Pernantian Tholib Nasution belum memberi komentar saat dikonfirmasi wartawan melalui SMS ponsel pribadinya.

Sedangkan salah seorang warga Labura Zulpan, meminta penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyelewangan dana BUMDes yang merugikan masyarakat Desa Perkebunan Pernantian.

“Itu kan uang negara untuk membantu masyarakat bukan untuk memperkaya Pengurus,  kami minta pihak kepolisian melakukan penyelidikan, agar tidak menyusahkan rakyat kecil”, pintanya. (Indra)

Tinggalkan Balasan