Diduga Akibat Genangan Air PT BSP Tanaman Buah Naga Milik HP Simanjutak Mati

www.negaraonline.com, Asahan -Warga Lingkungan tiga Kelurahan Lestari meminta Bupati Asahan menormalisasi parit pembuangan PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kisaran yang berada di Jalan Manyar Kelurahan Lestari Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan.

Hal tersebut disampaikan HP Simanjuntak kepada para awak media, Senin (22/10/18) sekira pukul 10.00 WIB saat di lokasi parit tepat berada di depan rumahnya. Dikatakannya, sejak dibeko belasan tahun lalu, hingga saat ini parit pembuangan dari kebun PT BSP Kisaran tidak pernah dibersihkan.

Ironisnya, sebut Juntak, kondisi seluruh parit sudah tertutup dengan rerumputan. Akibatnya, air menjadi tidak mengalir sepanjang parit galian. Bukan hanya itu, dampaknya sangat merugikan warga yang tinggal disekitar lokasi parit. Pasalnya, bila musim penghujan tiba, persimpangan jalan Manyar menuju Kaswari rawan banjir. Sebab, air hujan meluap hingga ke jalan dikarenakan parit yang ada tidak dapat menampung debit air.

“Jangankan PT BSP, CSR nya saja tidak pernah turun. Padahal warga sudah resah dengan kondisi ini. Sudah belasan tahun semenjak dibeko sampai sekarang. Makanya air hujan jadi tidak mengalir sama sekali karena parit subur akan ilalang. Hal ini sangat berdampak kepada warga yang tinggal disekitaran parit. Bahkan, buah naga yang saya tanam semuanya sudah mati karena genangan air yang meluap dari parit PT BSP,” bebernya.

Humas HRD PT BSP Kisaran Dian Bangun saat dikonfirmasi para awak media diruangannya mengatakan, bahwa aspirasi warga akan disampaikan kepada pihak manajemen PT BSP Kisaran. Dijelaskannya, prosedur yang dilalui yakni warga melalui pihak kelurahan harus menyurati PT BSP Kisaran. Setelah itu, kata Dian, akan langsung disampaikan kepihak manajemen.

“Kami HRD dalam hal ini hanya bisa menampung segala aspirasi warga. Nantinya, ini pasti akan kami sampaikan kepada pimpinan. Oleh karenanya harus melalui proses yakni menyurati pihak PT BSP Kisaran melalui kelurahan,” sebutnya.

Sementara itu, Lurah Lestari Hendi Tambunan saat dikonfirmasi via handphone menyebutkan, bahwa beberapa bulan lalu Kelurahan Lestari sudah menyurati pihak PT BSP Kisaran dengan tembusan Kecamatan. Akan tetapi, katanya lagi, PT BSP Kisaran belum menanggapinya hingga saat ini. Padahal, sambungnya, warga lingkungan tiga sudah resah dengan kondisi tersebut.

“Sudah beberapa bulan lalu kita suratin bang. Namun, sampai sekarang PT BSP Kisaran belum menanggapinya. Padahal surat itu tembusan dari Kecamatan loh bang. Padahal warga sudah resah, apalagi musim penghujan tiba,” pungkasnya.(Bawadi/FR)

Tinggalkan Balasan