Dijadikan Pelabuhan Ilegal, Hutan Mangrove Dikuasai Oknum Syahbandar

www.negaraonline.com, Rokan Hilir – Keberadaan Pemerintah Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau tak di anggap Legalitasnya, di duga itulah penyebabnya Oknum ASN Syahbandar dengan cara ileggal membangun Jetti (Pelabuhan pribadi).

Parahnya lagi Pelabuhan tempat bongkar alat Material Proyek Puluhan Miliyar tersebut di bangun atas kawasan pantai hutan mangrove sungai Kubu dan keberadaan nya bertepatan dengan Kantor Pemerintah Kecamatan Kubu.

“Kapasitas Else Syahbandar hingga bisa menguasai hutan mangrove yang kemudian di jadikan pelabuhan pribadi itu di sini sebagai apa? Jadi kita minta Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan Aparat penegak Hukum untuk dapat segera menindak tegas ASN yang berprofesi ganda ini” tutur Camat Kubu Asrul secara Ekslusif melalui wawancara www.negaraonline.com di rumah kediamannya.

Camat Asrul menyayangkan, mulai dari proses terjadinya transaksi jual beli lahan mangrove kemudian di kuasai PT MAM hingga perjanjian tertulis PT MAM akan menutup dan menghijaukan lahan tersebut namun tidak terlaksana sampai saat ini.

Apalagi Lokasi Pelabuhan Jetti (Pelabuhan pribadi) yang bertepatan di depan Kantor Camat Kubu sangat menggangu pemandangan dan bila ada aktivitas di situ maka akan mengakibatkan kebisingan yang dapat mengganggu kinerja Pemerintah Kecamatan Kubu.

“Mulai pembabatan hutan hingga pembuatan Jetti dan mulainya segala aktivasi bongkar muat sama sekali tidak ada pemberitahuan ke pada pemerintah Kecamatan, apa kita (Pemerintah, red.) tidak di akui dia yang notabenenya juga ASN pelayan Masyarakat.” tandasnya yang di anggap tak ada oleh Else Chaniago.

Senada dengan dugaan Camat Kubu, pihak kontraktor pemenang proyek penimbunan APBD Provinsi Riau dengan Pagu Anggaran sekitar 20 Miliyar (Pican) mengaku membayar distribusi bongkar muat bahan material kepada pihak Syahbandar Kubu namun berapa kisaran harga sewa perbulan atau pertahun pihaknya berurusan langsung dengan Syahbandar.

“Iya pak,bayar dengan Syahbandar kubu,Pak Else.tandas Pican yang bisa jadi belum mengerti aturan main di lapangan.Seharusnya pemberitahuannya sampai ke Camat Kubu.(Sudirman)

 

Tinggalkan Balasan