Dinkes Pemkab Asahan Berharap Ada Dokter Jiwa Permanen RSUD HAMS

www.negaraonline.com, Asahan – Dinas Kesehatan(Dinkes) Pemerintah Kabupaten Asahan, propinsi Sumatera Utara memiliki program bebas pasung. Akan tetapi, bila Sumber Daya Manusia dan fasilitas belum maksimal akan mempengaruh hasil program 2020 bebas pasung.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr Aris Yudhariansyah, Indonesia khususnya Asahan menyebutkan untuk memenuhi program Indonesia bebas pasung tahun 2020, Kabupaten Asahan sangat membutuhkan dokter spesialis kesehatan jiwa, pasalnya pederita gangguan jiwa di Asahan cukup banyak.

” Dokter spesialis jiwa ada di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, tetapi dokter jiwa tersebut tidak tetap hanya bertugas seminggu sekali untuk memeriksa pasien ganguan jiwa, dr Ferdian Leo Sianturi.” Kata Aris. Selasa(30/10/18)

Menurut Aris, dokter jiwa yang bertugas di RSU HAMS hanya bersifat temporer, tidak permanen. ” Kita berharap, dokter jiwa di Asahan bisa permanen. Asahan hanya membutuhkan 1 dokter spesialis kesehatan jiwa yang tetap agar semua pasien mengalami gangguan jiwa di Asahan dapat ditangani setiap saat dan tepat.” Terang Aris.

“Saat ini sudah ada 340 warga yang menderita gangguan jiwa dengan kategori berat maupun ringan, gangguan jiwa dikarenakan penyalahgunaan narkoba, “ sebut Aris.(FR)

Tinggalkan Balasan