Diterjang Ombak KMP Sumut I Dan II, Operasi SAR Terhambat

www.negaraonline.com, Simalungun -Ombak setinggi dua meter terus menghantam KMP Sumut I dan II di tengah upaya pencarian dan pengangkatan KM Sinar Bangun. Sabtu (30/6/18) sekira pukul 17.00 WIB.

Selain itu, angin kencang dengan kecepatan 20 km per jam menambah sulitnya upaya penarikan pukat yang diharapkan adalah KM Sinar Bangun.

Cuaca buruk menghambat operasi penarikan pukat harimau dalam Operasi SAR KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Amatan awak media, KMP Sumut I, awalnya operasi berjalan lancar sejak keberangkatan dari Dermaga Simanindo sampai penyebaran pukat sekitar pukul 15.00. Selang satu jam, KMP Sumut I dan II secara bersama-sama menarik pukat dari arah Simanindo menuju Tigaras.

Pukul 17.00, angin kencang disertai gelombang tinggi mulai menerjang kapal yang sedang melakukan penarikan. Di tengah cuaca buruk tersebut, tali pukat di KMP Sumut II sempat terlepas saat pemindahan ke Sumut I.

Upaya untuk mencari tali yang terlepas tersebut berlangsung dramatis, petugas dari Basarnas, Kopaska, Paskhas, Polisi, menggunakan boat Sea Rider secara bergantian menyisir permukaan danau di tengah kondisi ombak tinggi dan angin kencang. Setelah hampir 40 menit, tali ditemukan dan langsung disambungkan ke KMP Sumut I.

Pukat lalu ditarik manual oleh puluhan petugas gabungan secara bersama-sama. Namun karena kekurangan personel, KMP Sumut I lalu meminta tambahan tenaga ke KMP Sumut II.

Proses pemindahan personel ini juga tidak mudah, karena setiap orang yang dibawa perahu karet, mengalami kesulitan sebab ombak besar ditambah badan kapal cukup tinggi. Setelah 15 orang naik ke KMP Sumut I, penarikan manual kembali dilanjutkan.

Namun mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 18.30, penarikan manual dihentikan, sedangkan kapal kembali ke Dermaga Tigaras menyeret serta pukat yang masih berada di dasar danau.

Kasubdit Manajemen Data BMKG Wilayah I Medan, Feriomex Hutagalung mengatakan cuaca buruk terjadi di Danau Toba. Ombak setinggi dua meter disertai angin kecepatan 20 km perjam akan berlangsung hingga malam.

Angin kencang itu pula disertai dengan hijan deras sehingga seluruh pelayaran diimbau berhati-hati. Bilaperlu ujarnya, kapal kayu tidak usah berlayar sambil menunggu cuaca membaik.

“Kondisi ini sudah saya sampaikan ke Tim SAR Gabungan agar seluruh kapal dan boat berhati-hati saat berlayar,” ungkap Feriomex.(Bagas)

Tinggalkan Balasan