DLH Akan Cek Pembuangan Limbah Perbengkelan

www.negaraonline.com, Asahan  – Pemkab Asahan diminta melakukan pengawasan terhadap pengelolaan limbah buangan bengkel kenderaan bermotor, terutama sepeda motor.

Bila dibuang sembarangan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.

“Jika buangan oli, pelumas, lubrikasi, insulasi, heat transmision, dan grit chambers atau lain sebagainya jika dibuang sembarangan akan menyebabkan gangguan pada sumber air tanah di wilayah ini,”kata aktivis Lingkungan Hidup Mitra Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Fadli Harun SH.

Selanjutnya, menurut Fadli, Pemkab melalui Dinas Lingkungan Hidup diminta melakukan pengawasan dengan menerjunkan tim teknis ke setiap bengkel untuk melihat tempat pembuangan limbah buangan oli, pelumas dan lainnya di bengkel bengkel sepeda motor yang ada di kota ini.

“Jika memiliki tempat penampungan maka diberikan tanda khusus kalau bengkel tersebut memiliki standar kelaikan operasional, dan jika tidak bengkel dimaksud dilarang untuk beroperasi sebelum memiliki standar kelaikan operasional”. Kata Fadli.

Fadli menyebutkan melihat kondisi perbengkelan sepeda motor yang ada di Kota Kisaran, dia menduga keberadaan sejumlah bengkel-bengkel yang ada di kota ini belum ada memiliki standar kelaikan operasional.

Kondisi itu tentu sangat bertentangan dengan UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) dan Peraturan Pemerintah No 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.

Padahal, mengacu pada Pasal 109 UU No 32/2009. Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1).

” Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah),” terang Fadli.

Terkait maraknya usaha perbengkelan diduga tidak memiliki kelayakan standar operasional terlihat seperti di Jalan Diponegoro persimpangan Mas Mansyur yakni toko PJ terlihat banyak ceceran bekas oli berserakan di jalan, dan tampak ada lubang yang langsung mengarah ke dalam selokan sepertinya sengaja dibuat pengusaha. Hal itu mengindikasikan oli bekas atau sejenisnya dialirkan ke situ.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Asahan, Bambang saat dikonfirmasi melalui staf bernama Ilham terkait izin lingkungan milik toko Pelumas Jaya mengatakan, “mungkin belum memiliki izin, ” namun besok akan saya cek apakah sudah mengantongi izin atau belum” ujar Ilham.(FR)

Tinggalkan Balasan