DLH Menuding, RSU Setio Husodo Menyalahi Aturan

www.negaraonline.com, Asahan – Terkait pembuangan dan atau pengelolaan limbah B3 RS Setio Husodo Kisaran, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Asahan sesalkan tindakan pihak managemen rumah sakit yang di nilai tidak kooperatif dalam hal menyampaikan laporan limbah B3 nya sejak bulan Maret 2017 sampai dengan Januari 2018.

Secara Adminstrai laporan triwulan limbah B3 yang di sampaikan oleh pihak Rumah Sakit kepada Dinas Lingkungan Hidup belum kita terima,

” Sejak bulan Maret 2017 laporan limbah B3 nya sampai Januari 2018 belum ada kita terima, hal ini tentunya menyalahi aturan yang ada “, demikian dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan. Bambang melalui Kabid Sampah dan B3, Sofyan Zuhri, di ruang kerjanya, Selasa.( 30/1)

Baca juga http://www.negaraonline.com/limbah-medis-rs-setio-husodo-kisaran-dipersoalkan

Dikatakan Sofyan Zuhri bahwa limbah cair seperti darah, air seni dan lain sebagainya yang ada di rumah sakit tersebut terlebih dahulu harus di cek dengan mengunakan laboratorium (Leb) yang memiliki Setifikasi atau ISO. Hal ini tentunya di lakukan pihak rumah sakit kepada Dinas lingkungan Hidup satu bulan sekali, kata Sofyan

Lebih lanjut Sofyan menuturkan bahwa syarat pertama limbah B3 setiap rumah sakit harus memiliki tempat pembersih tangan dan kotak B3 nya.

Sedangkan pemasangan TPS (Tempat Penyimpanan Sementara) harus di cantumkan lebel di depan pintu TPS.

Sedangkan pemasangan kawasan warna merah yang artinya radio aktif, kuning Inveksius ungu Sitoksis dan hitam sisa makanan atau bahan kadaluarsa yang ada di rumah sakit harus di pisahkan.

Hal ini tentunya sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kesehatan RI, nomor 56 / menlhk – Sekjen / 2015 tentang tata cara dan persyaratan tekhnis pengelolaan limbah B3 dan fasilitas pelayanan kesehatan, ujar sofyan

Ketika di singgung apa tindakan yang di lakukan oleh Dinas LH apabila pihak management rumah sakit idak menyampaikan hasil laporan limbah B3 pertiga bulan itu. “Kami akan memberikan teguran dan menyurati pihak rumah sakit yang bersangkutan secara tertulis,” ujarnya

Di tempat terpisah, Direktur RS Setio Husodo Kisaran, Dr H Wakidi saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanya. Selasa (30 /1/18) mengakui bahwa laporan limbah B3 nya belum di sampaikan kepada Dinas lingkungan Hidup.

Ia menuturkan bahwa keterlambatan laporan limbah B3 yang akan di sampaikan ke Dinas LH kendalanya selama ini adalah dirinya belum pernah membuat laporan tersebut karena segala sesuatunya didalam isi laporan tersebut terlebih dahulu harus di uraikan secara rinci. katanya.

” Kendala selama ini adalah belum pernah membuat bentuk laporan limbah B3 nya dan saya juga kurang memahami, kalau formatnya memang sudah ada,” ujar Direktur

Tak sampai di situ, awak media juga mencoba memberikan pertanyaan bertubi tubi kepada Direktur terkait disebut sebut bahwa limbah B3 rumah sakit setio Husodo pembuangannya bukanlah melalui kerja sama dengan PT Ara melainkan menumpang dengan salah satu rumah sakit.

Sepontanitas Direktur membantah tudingan itu, ” tidak benar itu pak, limbah B3 nya kita serahkan langsung ke PT Ara, bukan kita titipkan ke salah satu rumah sakit” katanya.

Pantauan awak media di rumah sakit tersebut bahwa jumlah pekerja di RS Setio Hosudo sebanyak 136 orang.

Para pekerja ini tentunya hanya sebagian saja di daftarkan oleh pihak rumah sakit ke BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, itupun pekerja yang masa kerjanya di atas satu tahun kalau di bawah satu tahun belum di daftarkan, hal itu juga dikatakan Wakidi saat di konfirmasi.

Ketika disinggung apakah pihak rumah sakit sudah menerapkan UMK (Upah Minimum Kabupaten) sesuai dengan undang undang ketenagakerjaan, direktur menjawab bahwa honor pekerja di rumah sakit ini hampir mendekati UMK.

” Honor pekerja di rumah sakit ini hampir mendekati UMK , jikalau kita turuti sesuai UMK dan peraturan yang ada pasti bangkrut rumah sakit ini ” kata Wakidi tersenyum (FR/Bawadi/Red)

1 tanggapan pada “DLH Menuding, RSU Setio Husodo Menyalahi Aturan”

Tinggalkan Balasan