DPRD dan Pemkab Asahan Kecewa Dengan Pengusaha Irian Market

www.negaraonline.com, Asahan – Irian Market yang bangunannya melewati garis sepadan dijalan Imam Bonjol diduga melanggar Peraturan Daerah (Perda) No : 14 Tahun 2011 tentang retribusi izin mendirikan bangunan, gagal ditindak lanjuti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Selasa (5/6/18)

Amatan awak media ini, dalam RDP tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perizinan Asahan, Kepala Dinas Koperindag dan Kabid Perundang-undangan Satpol PP Indriyanto. Pihak Irian Market tidak datang tanpa pemberitahuan kepada DPRD Asahan.

Pimpinan rapat, Ketua Komisi B Nurlela Panjaitan dari Partai PPP mengatakan, rapat ditunda karena pihak pengusaha Irian Market tidak hadir. “Pihak pengusaha Irian Market tidak datang pada RDP yang digelar Komisi B,” sebut ketua Komisi.

“Pengusaha dari Irian Market ini tidak hadir maka RDP ini kita tunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan,” tegas Nurlela Panjaitan.

Nurlela juga menjelaskan, tiga kali berturut-turut pihak pengusaha tidak hadir dalam rapat, maka bangunan Irian Market yang melanggar Perda No : 14 tahun 2011 akan dibongkar secara sepihak.

“Kalau pihak pengusaha tidak hadir dalam pemanggil ketiga maka supermarket akan dibongkar oleh Satpol PP Asahan serta melakukan pemanggilan lagi kepada pihak pengusaha Irian Market, dan dinas-dinas terkait. Habis lebaran akan kita lakukan lagi RDP yang kedua,” ujarnya.

Disinggung, diduga adanya keterlibatan oknum anggota DPRD yang membackup Irian Market tersebut, Nurlela Panjaitan mengatakan secara kelembagaan DPRD tidak ada yang berani membackupnya, “Kalau membawa nama perseorangan mungkin ada,” ujar Nurlela.

Sementara itu, Dinas Perizinan dan Diskoperindag Kabupaten Asahan mengatakan, sudah memberikan teguran kepada pengusaha namun tidak direspon.

Sedangkan Satpol PP tinggal menunggu perintah dari Bupati Asahan untuk membongkar paksa gedung tersebut, “Kami siap melakukan pembongkaran kalau ada perintah dari Bupati Asahan,” ujar Indriyati.(FR)

Tinggalkan Balasan