Gegara Elpiji 3 Kg gram Kosong Dipasaran Dan Mahal, Kantor Bupati Dan DPRD Didemo

www.negaraonline.com, Asahan – Harga elpiji 3 kg yang kian melambung dan sulit didapat, membuat puluhan ibu rumah tangga yang tinggal di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara menjadi kesal.

Rasa kesal tersebut mereka luapan dengan berdemo turun ke jalan memprotes kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi. Para ibu tersebut berunjuk rasa dengan mendatangi Kantor Bupati dan DPRD Asahan. Kamis (15/11)

” Sudah selama sepekan ini, gas elpiji bersubsidi 3 kg, untuk masyarakat miskin sangat sulit dan  langka didapati di  hampir setiap pangkalan”ucap para pendemo.

Jikapun ada ditemukan, harganya sudah cukup melambung mencapai Rp 28.000- Rp.30.000 yang berada dipenjualan kios atau warung-warung. Para pengunjuk rasa yang terdiri dari kaum ibu rumah tangga tersebut, akhirnya diterima oleh perwakilan Pemkab Asahan.

Baca juga :
http://www.negaraonline.com/sempat-tutup-selama-tiga-hari-sat-pol-pp-asahan-razia-game-zone

“Kita datang kemari, hanya meminta kepada Pemerintah Kabupaten untuk membantu masyarakat dalam memenuhi ketersedian gas elpiji disetiap pangkalan, janganlah sampai susah kali gas ditemukan, dan kami minta janganlah gas sampai mahal dibeli,”ujar seorang ibu kepada perwakilan Pemkab Asahan.

Adit Satria Tanjung, dari Gerakan mahasiswa pemuda pelajar Asahan (GMPAH) Asahan yang mendampingi kaum ibu meminta Pemkab Asahan dan tim pengawas untuk dapat menindak tegas dan mencabut izin usaha pangkalan elpiji 3 kg yang melakukan kecurangan dalam mendistribusikan gas subsidi tersebut.

Sementara itu Kakan Kesbang Pol Pemkab Asahan, Sorimuda Siregar didampingi Sekretaris Dinas PMD, Paijan dan Kabid Ekonomi Masyarakat, Muad Fauzi mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut. “Kita akan secepatnya bergerak melakukan monitoring,“ kata Sorimuda.

Sebelum berunjuk rasa ke Kantor Bupati Asahan, massa pendemo para ibu tersebut terlebih dahulu melakukan aksi serupa di depan gedung kantor DPRD Asahan. (FR)

Tinggalkan Balasan