Gudang Cargo Tak Digunakan, Kadishub Diduga Terima Upeti

www.negaraonline.com, Asahan – Rp14 miliar lebih Pemerintah Kabupaten Asahan menganggarkan dana untuk membangun gudang cargo, yang berdampingan dengan terminal madya Kisaran berada di jalan Abdi Satya Bhakti Kelurahan Sei Renggas Kecamatan Kota Kisaran Barat.

Namun, langkah Bupati Asahan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sector bongkar muat (Cargo/red.) tidak didukung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sendiri, yakni Dinas Perhubungan atau Satpol-PP yang notabene memiliki tupoksi sebagai pengaman Peraturan Daerah (Perda).

Baca juga :    http://www.negaraonline.com/smp-smasmk-negeri-biaya-masuk-sekolah-dikabupaten-asahan-300-ribu-lebih

Pasalnya, dari pantauan awak media, hingga Kamis (19/7), kegiatan bongkar muat dibadan jalan. Tepatnya di Jalan Nusa Indah (Pabrik Benang) masih terus berlangsung. Ironisnya lagi jarak antara gudang cargo milik Pemkab Asahan dengan jalan Nusa Indah tempat lokasi bongkar muat dibadan jalan berjarak hanya 1,5 km.

Ini aneh, mengapa Dinas Perhubungan Asahan diam dan malah terkesan melakukan pembiaran.

” Atau memang kita duga kegiatan bongkar muat dibadan jalan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Asahan mendapat upeti, sehingga sampai hari ini tetap melakukan pembiaran,” ujar Ketua Community Press Asahan (Cypas), Hary.

Hary juga menyampaikan, jika Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang tidak respon dengan kondisi yang terjadi di Dinas Perhubungan maupun Satpol-PP Asahan dapat dipastikan ke depan gudang cargo tersebut akan jadi gudang tak bertuan dikarenakan pemilik angkutan rame-rame melakukan bongkar muat di badan jalan.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Asahan M Yusuf Lubis ketika dihubungi melalui selular pada waktu yang sama dirinya mengatakan, pihaknya pada Senin (23/7/18) mendatang akan melakukan konferensi pers terhadap kegiatan yang rutin menjadi pemberitaan tersebut. “Anda saya undang (wartawan-red) untuk menghadiri, jangan tak datang. Biar dijelaskan semuanya,”tegasnya.(FR)

Tinggalkan Balasan