Hamil 4 Bulan, Siswa SMP Dipolisikan

www.negaraonline.com, Tanjung Balai – Seorang pelajar kelas III SMP Negeri I Tanjungbalai berinisial PS (15) yang tinggal di Jalan AMD Kelurahan Gading Kec. Datuk Bandar diduga tega mencabuli dan merenggut kesucian kakak kelasnya berinisial JW (15) hingga hamil.

Selain mencabuli, pelaku juga diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap korban. Alhasil saat ini korban JW (15) yang tinggal di Jalan amir Hamzah Kelurahan TB Kota IV Kecamatan Tanjungbalai Utara harus menanggung beban moral akibat dari perbuatan adek kelas nya tersebut.

Keterangan yang berhasil dihimpun, Selasa (2/10/18) kejadian pelecehan seksual itu terjadi pada hari Sabtu 28 Juli 2018 lalu sekitar pukul 22.00 WIB di hotel Hayani Jln. Ahmad Yani Kel. Karya Kec. TB Selatan Kota Tanjung Balai.

Saat itu pelaku (PS-red) yang masih duduk dibangku SMP itu memaksa korban JW (15) untuk berhubungan intim. Bahkan, korban diancam hingga dianiaya saat berusaha menolak permintaan pelaku.

Atas perbuatan pelaku itu, kini korban sedang hamil sekitar 4 bulan. Bahkan saat ini fsikologis korban terlihat lemah akibat kejadian itu, sehingga korban tidak mau melanjutkan sekolahnya.

Pihak keluarga yang tidak terima atas kejadian tersebut, akhirnya membuat pengaduan ke Unit PPA Polres Tanjungbalai, setelah sebelumnya sudah dilakukan mediasi untuk menyelesaikan tersebut. Korban dengan didampingi ibunya langsung diterima Polres Tanjung Balai dengan laporan Polisi Nomor :LP/275/IX/2016/SU/Resmi T.Balai tanggal 28 September 2018.

Dari keterangan ibu korban Syarifah (45) kepada awak media saat diwawancarai dirumahnya mengatakan, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut setelah melihat kondisi putri ketiganya itu hamil. “Ketika saya tanyakan siapa yang menghamilinya, JW mengatakan bahwa pelakunya PS yang sudah memperkosanya disebuah hotel. Dari pengakuannya, dia dipaksa dan selalu dibawah ancaman pelaku. Dia (PS-red) mengancam anak saya, kalau anak saya tidak mau menuruti kemauannya, maka anak saya dipukuli, “ujar ibu korban.

Ibu korban juga mengatakan, mereka sudah bertemu dengan keluarga pelaku sebanyak empat kali untuk melakukan mediasi, namun berujung gagal karena si pelaku tidak mau bertanggung jawab. “Seolah olah pelaku lepas tangan dengan berbagai macam alasan. Karena tidak adanya itikad baik dari keluarga pelaku makanya kami laporkan ke Polres Tanjung Balai, “ujarnya.

Sementara itu, korban JW saat ini terlihat masih trauma bahkan seperti orang depresi bila ditanyakan terkait perbuatan pelaku. Ketika ditemui dirumahnya, korban hanya tertunduk sambil menangis jika mengingat kejadian yang dialaminya.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan saat dikonfirmasi, Selasa (2/10/18) melalui telpon selularnya membenarkan adanya laporan pengaduan terkait tindak pidana kekerasan dibawah umur.

“Saat ini masih proses Lidik dan pengumpulan bukti-bukti. Setelah itu, baru dipanggil si anak yang diduga pelaku, ” jawab Ahmad Dahlan. (Irawan)

Tinggalkan Balasan