Hingga Kini Belum Ada Perhatian Pemerintah, HKBP Distrik XIII Aslab Santuni Warga Korban Kebakaran

 

www.negaraonline.com, Tanjung Balai –
HKBP Distrik XIII Asahan Labuhanbatu (Aslab) memberikan santunan kepada 2 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran, warga Jalan FL. Tobing Teluk Ketapang Gg. Beringin LK. II Kelurahan Sirantau Tanjungbalai. Pemberian bantuan itu dilaksanakan di gereja HKBP Sirantau, Minggu (14/10)

Santunan yang diberikan Kanur Manurung (49) dan Jasmen Sitinjak (35) berupa bantuan materil yang bersumber dari sumbangan sosial distrik, resort dan gereja serta hasil kolektif seluruh jemaat HKBP se-Distrik XIII Aslab.

Pemberian santunan itu dipimpin Praeses Distrik XIII Aslab Pdt. Bernard Manik STh dan Pdt. Ramli Manurung STh bersama Pendeta HKBP Resort Tanjungbalai Pdt. Ramli Gultom STh, guru jemaat HKBP Sirantau Gr. Osden Sihombing serta para parhalado dan jemaat gereja setempat.

Praeses Pdt. Bernard Manik, STh dalam kesempatan itu mengatakan kepada kedua keluarga korban agar tetap bersyukur dengan apa yang dialami saat ini atas kejadian tersebut.

Diharapkannnya, para korban harus bisa lebih semangat dan lebih lagi berserah diri kepada Tuhan dalam menjalani kehidupan sehari hari.

” Atas kejadian ini, Kuatkan dan Teguhkanlah hatimu agar kedepannya sukacita yang dari padaNya silih berganti datang melalui orang orang yang menyayangi kita, ” ucapnya.

Kedua korban yakni Kanur Manurung dan Jasmen Sitinjak dalam kesempatan itu mengaku berterimakasih atas kunjungan rohani serta bantuan tersebut. “Puji syukur atas kunjungan ini. Mudah mudahan segala doa kita semua terkabul, ” ucap mereka.

Sebelumnya pada hari Rabu, (10/10/18) lalu, telah terjadi kebakaran yang menghaguskan dua rumah warga di Jalan FL. Tobing Gg. Beringin Kelurahan Sirantau Tanjungbalai.

Akibatnya, dua rumah berdinding batu hangus terbakar dan hampir rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materil ditafsir mencapai ratusan juta rupiah karena tidak satupun barang-barang yang bisa diselamatkan termasuk satu unit kereta ikut terbakar.

Dari keterangan warga setempat, api diduga berasal dari korsleting listrik. Kobaran api berhasil dipadamkan setelah beberapa unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) turun kelokasi memadamkan api dengan dibantu masyarakat setempat.

Ironisnya, kedua korban sejak kejadian itu hingga saat ini belum ada mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Para korban saat ini terpaksa menumpang dirumah kerabatnya untuk tempat tinggal sementara, dan untuk kebutuhan sehari hari, kedua korban hanya mengharapkan bantuan dari pihak keluarga dan warga setempat yang prihatin atas kejadian yang dialaminya.

“Saya sudah memberitahukan kejadian ini ke kelurahan, tapi saya kurang tau kenapa belum ada respon. Mungkin besok kita akan pergi ke BPBD dan Dinas Sosial Tanjungbalai. Prihatin juga melihat mereka, ” ucap J. Tambunan Kepling II Kelurahan Sirantau kepada membenarkan kondisi yang dialami kedua korban kebakaran tersebut.(Irawan)

Tinggalkan Balasan