IPSM Bersama Polres Aceh Utara Bangun Rumah Layak Huni Untuk Nek Aisyah

Negaraonline.com, Aceh Utara – Nek Aisyah begitu sebutan warga sekitar merupakan seorang janda lansia yang tinggal di sebuah gubuk yang sangat jauh dikatakan dari layak huni tepatnya di desa reudeup kecamatan Lhoksukon.

Dalam acara tersebut hadir diantara Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin , ketua IPSM Aceh Utara Mukhtaruddin , S.Pd sekjen IPSM Suryadi , S.Pd Anggota DPRK Aceh Utara Dari Partai Aceh ( PA ) Syamsuddin JS , Imam Besar Mesjid Lhoksukon Waled Jamaluddin Al Walidi Tokoh Agama Tgk. Zulfadli Al Walidi , Tokoh Masyarakat dan juga anggota dan Pengurus IPSM.

Nek Aisyah yang lahir sekitar tahun 1945 itu memiliki lima orang anak tiga cewek dan 2 cowok empat diantaranya telah berkeluarga. Kini Nek Aisyah tinggal bersama anak kedua dari 5 saudara yang menderita penyakit epilepsi sejak kecil. Nek Aisyah menyambung hidup nya sehari hari menunggu pemberian anak nya yang lain dan juga kaum sekitar yang dermawan.

Hati Nek Aisyah merasa sangat bahagia di saat Tim Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat ( IPSM ) Aceh Utara bekerja sama dengan Pihak Polres Aceh Utara membangun rumah layak huni untuk dirinya.

“Saya sangat bahagia dengan dibangunnya rumah singgahan sementara ini karena rumah sebenarnya ken di akhirat. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sebesar besarnya semoga amal ibadah mereka hanya allah yang dapat membalasnya”.

IPSM sendiri yang selama ini sudah membangun 13 unit rumah layak huni dan juga rehap untuk warga miskin di aceh utara yang selama ini bekerja sama dengan para donatur baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Iskandar S.Kom Selaku panitia pelaksana pembangunan IPSM aceh utara dalam laporan nya di loksi pembangunan rumah nek Aisyah mengatakan hari ini kita melakukan Kegiatan pembangunan rumah layak huni untuk Nek Aisyah bekerjasama dengan polres Aceh Utara dan juga donatur lainnya Diantaranya kip Aceh Utara dewan aktif dari partai aceh ( PA ) . Dan Ini merupakan rumah ke 13 yang kita bangun serta dana yang sudah terkumpul hampir mencapai 21 juta rupiah.

“Kita akan membangun rumah untuk nek Aisyah dengan ukuran 4 m x 5 m karena tanah yang beliau miliki hanya segitu luasnya”, Jelas Iskandar.

Seperti biasanya sebelum dilakukan peletakan batu pertama terlebih dahulu dilakukan peusijuk (tepung tawar ) yang dilakukan oleh imam besar mesjid agung Baiturrahim Lhoksukon Waled Jamaluddin Al walidi , kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, dan Penyerahan Alat alat kerja kepada kepala tukang serta pembacaan doa sebagai berkah oleh imam besar mesjid agung Lhoksukon.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin menyampaikan Kegiatan kita ini merupakan kegiatan yang banyak manfaat secara ukuran ibadah kita saling membantu , dan dapat mempererat jalin persaudaraan.

semoga apa yang kita lakukan menjadi suatu amalan , dan ini menjadi tempat ibadah bagi Nek Aisyah. dan untuk kawan – kawan IPSM semoga kedepan ada target- target lain sebagai tempat kita melakukan kegiatan sosial di twngah tengah masyarakat. ( Syahrul )

Tinggalkan Balasan