Irjen Pol Agus Andrianto : Teroris Ditembak Mati Jaringan Syaiful

www.negaraonline.com, Tanjung Balai – Pasca penembakan 2 terduga teroris, Kamis (18/10) sore lalu, terkuak sudah, dari pernyataan resmi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Agus Andrianto kepada beberapa wartawan media cetak, elektronik dan online, Jumat (19/10) di Mapolsek Teluk Nibung.

Sebelumnya, Tim Jihandak dan Penjinak Bom (Jibom) melakukan sterilisasi dilokasi TKP dan meledakkan (Desrupsion) terhadap barang bukti 1 pipa diduga bom rakitan yang diamankan dari dua tersangka teroris.

Peledakan bom tersebut disaksikan Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SIK beserta jajarannya, Wakil Walikota Drs. H Ismail dan pemerintah setempat beserta tim Densus Mabes Polri dilapangan terbuka disamping Mapolsek Teluk Nibung. Sementara dilokasi, personil kepolisian Polres Tanjungbalai masih disiagakan berjaga-jaga di TKP.

AKBP Irfan Rifai SIK usai mengikuti Desrupsion mengatakan, bahwa pihaknya melakukan sterilisasi dilokasi TKP, menjinakkan serta meledakkan barang bukti yang diduga bom rakitan dari tersangka teroris, itu adalah perintah yang disampaikan pimpinan di wilayah hukumnya, tutup Kapolres Tanjungbalai.

Sedangkan Misteri penembakan di Gang Jumpul, Kel. Kapias Pulau Buaya, Kec. Teluk Nibung Kota Tanjungbalai akhirnya terkuak, dua pria yang salah satunya tewas di tempat itu ternyata merupakan terduga teroris.

Teka – teki itu berawal dari munculnya pasukan Penjinak Bom dari Mako Brimob Medan dan beberapa personil yang diduga dari Densus terjawab.

Selain itu kedatangan Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto beserta jajarannya yang juga didampingi Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang, Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi dan Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rivai di Polsek Teluk Nibung semakin menguatkan dugaan jika dua pria yang diberondong di dalam kamar mandi rumah warga itu merupakan terduga teroris.

Selain mensterilkan dijalan Sipori pori, Gang Jumpul, Kel. Kapias Pulau Buaya, personil yang dipimpin langsung Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai juga melakukan sterilisasi Jalan Pukat Kelurahan Perjuangan Kecamatan Teluk Nibung.

Tampak satu unit mobil Penjinak Bom beserta personilnya mendatangi rumah permanen yang diduga tempat tinggal salah satu korban tewas.

Penjagaan ketat dari personil berseragam lengkap dan preman tampak membatasi ruang gerak masyarakat serta para awak media yang akan melakukan peliputan

Dalam konfrensi persnya, Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai dan Wakil  Walikota Tanjungbalai H.Ismail mengatakan, Kedua teroris ditembak mati, dijalan Sipori Pori, Gang Jumpul, Kel. Kapias Pulau Buaya, Kec. Teluk Nibung, karena saat itu melarikan diri dan bersembunyi disebuah kamar mandi rumah sewa milik warga saat mau diamankan melakukan perlawanan.

Kapoldasu mengaku, Keduanya tewas ditembak petugas pada Kamis (18/10) masing-masing berintial ASN alias AN kelahiran 1992 dan MRH alias R alias P kelahiran 1996, serta keduanya terduga teroris yang ditembak mati di Kota Tanjungbalai merupakan jaringan Syaiful yang saat ini masih diburon.

Dikatakan Kapolda Sumut, ASN dan MRH adalah anggota atau terlibat dalam jaringan teroris dari Syaiful yang lolos dalam penyergapan Densus 88 pada bulan Mei 2018 lalu di Kelurahan Beting Kuala Kapias, Teluk Nibung Kota Tanjungbalai dan jaringan ini masih aktif serta tindakan tegas dilakukan pada keduanya karena saat ditangkap ada mengancam nyawa petugas dan melakukan perlawanan, Ucapnya.

Irjen Pol Agus membeberkan, dari olah TKP dilokasi penembakan di jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya petugas menemukan barang bukti 1 unit pistol rakitan berikut dua buah selonsongan peluru, senjata tajam dan bom rakitan aktif sudah diledakkan oleh personil Jibom.

Sementara di rumah tersangka MRH alias Ralias P, terletak di Jalan Pukat, Lingkungan II, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Team Jibom bersama Densus menyita barang bukti bukti berupa 3 set rompi berkantong yang dirangkai dengan kabel, 1 tabung tabung besi, 1 denator dan 1 pemicu.

Irjen Pol Agus Andrianto menambahkan, dari hasil indentitifikasi barang bukti, ada dugaan ada 3 (tiga) rompi itu untuk tiga titik lokasi dan kuat dugaan teroris melakukan aksinya ke kantor polisi, tempat keramaian seperti Market atau pun rumah ibadah yang berada diwilayah hukumnya, Jelasnya

Kapolda Sumut juga mengimbau, agar seluruh kalangan masyarakat, untuk tetap berhati hati di lingkungan masing masing, terutama orang pendatang di daerah kita, bila menujukkan gelagat yang mencurigakan,” Segera lah melaporakan kepada pihak Kepling, Kepolisian atau aparat penegak hukum terdekat “, Katanya

diakhir paparannya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menegaskan, agar Kepling serta masyarakat jangan takut melaporkan bila ada yang mencurigakan dilingkungannya karena mungkin aksi teror yang mengancam nyawa masyarakat tetap berlanjut dari jaringan teroris,” ini belum tuntas, masih ada yang lainnya belum tertangkap, tidak menutup kemungkminan ada disekitar kita “, Ucapnya mengakhiri.(Irawan)

Tinggalkan Balasan