Jelang Idul Fitri, Harga Sembako di Pasar Tradisional Kisaran Stabil

www.negaraonline.com, Asahan – Berdasarkan hasil pantauan/monitoring Pemkab Asahan dan unit ekonomi Polres Asahan dipasar tradisional dalam kota Kisaran, saat ramadhan dan jelang hari raya idul fitri 1439H, harga sembako stabil.

Pasar tradisional yang dimonitoring diantaranya pasar Kisaran jalan Diponegoro, pasar Kartini dan pajak bakti, demikian dikatakan Kasubbag Produksi Daerah, Jamiat. Kamis (24/5/18).

Kemungkinan ada penurunan harga sembako berdasarkan hasil monitoring di awal ramadhan. Pasalnya, jauh sebelum ramadhan, Pemkab Asahan dan instansi terkait lainnya sudah mengantisipasi hal tersebut.

Kita sudah turun langsung ke pasar pasar tradisional dan kita mendengar pengakuan dari pedagang dan masyarakat bahwa harga sembako masih stabil. Beberapa komoditas utama seperti bawang putih, cabai bawang merah dan daging hingga menjelang idul fitri harganya masih stabil.

Kapolres Asahan AKBP Yemi Madagi, SIK, Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Muhammad Arif Batubara, melalui Kanit Ekonomi, Iptu Agus Setiawan mengatakan saat ini harga sembako masih terjangkau, begitu juga dengan harga dari penampung kepada petani.

” Kami ingin memastikan stabilitas harga dan stok kebutuhan pokok relatif stabil di bulan ramadhan. Menjelang Idul Fitri kemungkinan ada penurunan harga untuk komoditas cabe merah, cabe rawit dan ayam potong.” Kata Agus.

Satuan Reskrim berharap, yang terpenting sekarang adalah menjaga harga beras ke konsumen tetap bagus, begitu juga harga dari penampung kepada petani.

” Sehingga petani bisa hidup dengan baik. Dengan kata lain, kita tidak hanya ingin harga ke konsumen atau masyarakat murah, tapi petani pun harus mendapat harga yang bagus juga,” ujar Agus.

Kasi Komersial Bulog Divre III Kisaran, Samuel Batiswa mengatakan ketahanan pangan saat ini terbilang cukup, bahkan Bulog sempat mengungkapkan akan memberikan cadangan.

“Kami sudah tanyakan mengenai cadangan, cadangan itu mudah-mudahan sudah realtime. Sehingga tidak ada perbedaan antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan maupun Bulog terkait masalah beras,” ujar Samuel. (FR)

Tinggalkan Balasan