Kadis Kesehatan Menghimbau, Memperhatikan Anaknya Pada 1.000 HPK

Negaraonline.com, Asahan – Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan mencatat sebanyak 568 kasus balita mengalami gizi buruk, sehingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus diperhatikan untuk kesehatan dan kecerdasan anak.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dr. Aris Yudhariansyah saat menghadiri acara Millenial Road Safety Festival 2019 di alun-alun kota Kisaran jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan, Minggu (3/3/19)

Pada tahun 2014 tercatat 96 kasus, tahun 2015 meningkat menjadi 117 kasus, tahun 2016 meningkat menjadi 136 kasus, tahun 2017 menurun sedikit menjadi 132 kasus dan pada 2018 ditekan drastis menjadi 87 kasus.” 5 tahun ini kami telah menekan angka penderita balita yang mengalami gizi buruk.” Sebut Kadis.

Selama 5 tahun tercatat 306 anak meninggal, pada tahun 2014 sebanyak 118 kasus, 2015 menurun menjadi 100 kasus, tahun 2016 berkurang menjadi 44 kasus, tahun 2017 ada 28 kasus dan 2018 ditekan menjadi 16 kasus. ” Sedangkan untuk ibu selama tahun 2014-2018 tercatat 80 kasus.” Kata Aris.

“Dengan berbagai program kesehatan seperti kelas ibu hamil yang diadakan setiap desa dan dilakukan sebulan sekali. Alhamdulillah perlahan ibu-ibu memahami perawatan anak dan angka penderita gizi buruk juga bisa ditekan,” jelas Aris.

Untuk menjaga kesehatan, maka para ibu dan orang tua harus memperhatikan 1.000 HPK, mulia dari kandungan hingga anak usia 2 tahun. ” Karena pada masa itu pembentukan sel jaringan otak sedang berjalan sebanyak 70 persen.” Sebut Kadis.

“ Adanya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 2 Tahun 2017 tentang pedoman penyelamatan ibu hamil dan bayi baru lahir, angka kematian ibu dan anak saat bersalin bisa terus ditekan,” terang Aris.

Dalam menjaga pola hidup ibu dan anaknya, dengan mengkonsumsi makan bergizi seimbang. ” Bila anak selama 1.000 HPK mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan, setelah itu mendapat makanan pendamping yang bernutrisi dan bergizi berimbang, maka anak akan tumbuh sehat dan cerdas.” Jelas Kadis.

“Apaila dalam 1.000 HPK anak mengalami gizi buruk, karena tidak mendapatkan gizi yang baik dan ASI eksklusif, bisa mengakibatkan jaringan otaknya tidak terbentuk dengan baik. Dan itu bisa berpengaruh dengan kecerdasan anak ke depan,” terang Aris.

Aris menghimbau agar para orang tua harus bisa lebih memperhatikan anaknya terutama pada 1.000 HPK, sehingga anak bisa tumbuh dengan baik. ” Karena di setiap Desa atau Kelurahan sudah disediakan kelas ibu hamil dengan bidan yang berpengalaman untuk berkonsultasi. Ini harus kita perhatikan, sehingga anak-anak yang lahir bisa tumbuh sehat dan cerdas sesuai dengan yang diharapkan dan diinginkan setiap orang tua, ” jelas Aris mengakhiri.(Bawadi)

Tinggalkan Balasan