Kajari Karo di Desak, Lakukan Penahanan 4 Orang Tersangka

www.negaraonline.com, Karo – Massa demonstrasi yang terdiri dari LSM, Ormas dan Pers berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) jalan Vetran Kaban Jahe. Puluhan masa melakukan long march menuju kantor Kejaksaan Negeri Karo di jalan Letjed Jamin Ginting. Kamis (01/11/18) sekira pukul 10.30 WIB.

Massa membawa duplikat kerenda mayat dan berbagai spanduk bertuliskan “turut berduka cita atas mati nya penegakan hukum di Tanah Karo”. Ini sebagai bentuk protes terhadap aparat Kejaksaan yang terkesan lamban dalam penahanan tersangka kasus korupsi. Aksi di kawal ketat aparat keamanan dari Polres Tanah Karo.

Secara bergantian para operator menyampaikan pernyataan sikap diantaranya Budianta Sembiring (Ketua LSM Penjara), Lioyd Ginting (Ketua LSM Mata Karo) , Cici Ardy (Ketua LSM Panji Demokrasi ) , Soni Husni Ginting Ormas GM FKPPI , LSM KCBI yang di wakili Lamhot Sitomorang.

Baca juga  http://www.negaraonline.com/masyarakat-wakil-ketua-dprd-asahan-minta-pemkab-dan-penegak-hukum-menutup-game-zone

Mereka menuntut kepada Kajari Karo agar segera melakukan penahanan terhadap 4 orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pekerjaan pembangunan tugu mejuah juah dengan pagu anggaran sebesar Rp 679.573 000 yang ditampung dalam APBD Karo tahun 2016 sesuai surat nomor : 229/LP/X/LSM-PD/2018 tanggal 25/10/ 2018.

Sebelumnya Kajari Karo telah menyatakan status tersangka terhadap CT yang saat ini menjabat Kadis Tarukim selaku Kuasa Pengguna Anggaran, RT sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), Ir EPS (rekanan) dan RHS selaku Direktur CV AKU.

Budianta Sembiring mempertanyakan kenapa belum dilakukan penahanan terhadap 4 orang tersangka dan apakah pihak Kejaksaan Negeri Karo telah menyurati Bupati Karo perihal status 2 dari 4 orang tersangka berstatus ASN yang juga bertugas di Pemerintahan Kabupaten Karo.

Massa meminta agar Kejari Karo segera menuntaskan dugaan korupsi penyimpangan penggelembungan harga dalam pelaksanaan penggunaan dana pengadaan lahan/tanah untuk tempat pembuangan sampah atau TPA di Desa Dokan Kecamatan Merek – Karo tahun 2016 sebesar Rp 2.525.000.000. Dalam Kasus ini ada 2 orang oknum PNS yang terjerat yaitu CT dan RT, ungkap Budianta melalui pengeras suara.

Kasipidsus Kajari Karo, Dapot Manurung SH di dampingi Kasintel saat menjumpai pengunjuk rasa mengatakan bahwa dalam penanganan kasus tersebut Kejari Karo sudah bekerja secara maksimal dan tim penyidik akan berupaya terus untuk melakukan penahanan terhadap 4 orang tersangka. Namun kami belum dapat memastikan kapan waktunya untuk dilakukan itu, karna butuh waktu dan tahapan proses selanjutnya. Kami berharap masyrakat bersabar, terkait kenapa tidak di layangkan surat terhadap Bupati Karo perihal telah ditetapkannya status para tersangka. Hal tersebut bukanlah sebagai kewenangan dan juga sebagai kewajiban pihak kami untuk menyurati Bupati Karo, ungkap Dapot.

Kajari Karo, Gloria Sinuhaji SH mempersilahkan masuk beberapa perwakilan masa pendemo. Gloria mengatakan penyidikan dugaan korupsi penyimpangan penggelembungan harga (mark up) dalam pelaksanaan penggunaan dana pengadaan lahan/tanah untuk tempat pembuangan sampah atau TPA di Desa Dokan Kecamatan Merek – Karo tahun 2016 sebesar Rp 2.525.000.000 .

Masih terus berlanjut ,pemeriksaan para pihak-pihak telah tuntas dan tinggal menunggu proses lanjutan. Kita akan memeriksa hasil dari pihak Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang independen dan audit BPK RI, jelasnya

Diberitakan sebelumnya para tersangka dikenakan pasal primair pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara (Daris Kaban).

Tinggalkan Balasan