Kejari Musnahkan Barang Bukti Perkara Tahun 2018

Negaraonline.com, Tanjung Balai – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai melakukan pemusnahan sejumlah barang bukti hasil perkara di Tahun 2018, Rabu (9/1/19).

Wakil Walikota Tanjungbalai H. Ismail yang hadir diacara pemusnahan itu menegaskan bahwasanya Pemko Tanjungbalai sangat mendukung semangat pemberantasan narkoba.

Ia menambahkan bahwasanya  indikator penyebab masyarakat terperangkap kedalam Narkoba maupun tindak pidana kriminial lainnya, itu dikernakan kemiskinan yang angkanya  terus bertambah.

“ Pemko Tanjungbalai mengapriasi terhadap langkah – langkah yang dilakukan oleh aparat penegak hukum untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh bahanyanya Narkoba maupun zat aktip berbahaya lainya, “ pungkasnya.

Disamping itu, Ismail mengajak agar pemuda, tokoh masyarakat, pemuka agama maupun Insan Pers itu sendiri untuk turut bersama – sama kerja terutama dalam hal semangat pemberantasan narkotika.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)  Tanjungbalai Zullikar Tanjung,  pemusnahan barangbukti ini dilakukan dengan cara dibakar dan dilarutkan kedalam ember berisi air panas.

“ Kita saat ini melaksanakan  perintah undang- undang atas barangbukti narkotika yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” kata Kajari.

Sebagaimana yang telah diamanatkan oleh undang – undang, bahwa barangbukti narkotika itu merupakan suatu hal yang dilarang untuk beredar dan sehingga dengan dasar putusan Pengadilan Negeri yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap maka kita selaku Jaksa Penuntut Umum(JPU) diperintahkan untuk melakukan eksekusi  pemusnahan dengan cara dibakar dan dilarutkan kedalam air, pungkasnya.

Sedangkan barangbukti yang dimusnahkan, kata Zullikar Tanjung, secara keseluruhan yakni Sabu – sabu 674.592 gram, Ganja 1488,55 gram, Ektasi 2.125,5 butir atau 563,09 gram, obat palsu 103 butir dan Hendphone 169 unit.

” Pemusnahan barangbukti  yang dilaksanakan ini merupakan sisa yang telah dimusnahkan oleh penyidik pada saat tahap penyidikan. Jumlah barangbukti itu merupakan dari hasil 428 perkara dalam kurun waktu tahun 2018. “ Pungkasnya. (Irawan)

Tinggalkan Balasan