Keluar dari Polsek Kota Kisaran Kadiskanla Hanya Terdiam dan Tersenyum

www.negaraonline.com, Asahan – Diduga hanya tersinggung karena pemberiannya ditolak, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Asahan, Oktoni Irianto bersama supir pribadi nya Khairul Amri menganiaya Bendahara Front Pembela Islam (FPI) Asahan, Zulkarnaen Hasibuan alias Bule (45) warga Umbut umbut , Senin. ( 22 /1/18) sekira pukul 13.30 WIB, di Jalan Sisingamangaraja Kisaran.

Akibatnya peristiwa tersebut Bule mengalami sakit di dada dan kepala serta rahang kiri. Tidak senang dengan perlakukan Kadis dan supir pribadinya itu, Akhirnya korban melaporkan penganiyaan yang dialaminya ke Polsek Kota Jalan WR Supratman Kisaran.

Informasi yang dihimpun di polsek kota menyebutkan, awalnya korban Zulkarnain alias bule sedang berpapasan dengan Kadiskanla yang baru keluar dari rumah makan jalan sisingamangaraja. Namun, saat Kadiskanla hendak naik ke dalam mobil dinas nya, korban menegur dan berhenti dari kendaraannya sambil menyalamin kadis dari atas mobil.

Yang anehnya lagi, setelah selesai menyalami korban, Kadis mengeluarkan uang pecahan Rp.100.000 dan memberikan ke arah bule. Melihat Kadis memberi uang kepadadanya, korban menolak dan mengembalikan uang tersebut kepada Kadiskanla.

Diduga sakit hati dengan sikap korban yang menolak uang pemberiannya itu, Kadis langsung marah dan keluar dari mobil langsung menyerang dengan cara mencekik dan menyandarkan korban ke dekat mobilnya. Ironisnya lagi, melihat peristiwa itu supir Kadis Khairul Amri bukannya melera, malah supir yang jadi pengawal pribadinya itu ikut memukul dan menganiaya korban dengan menyerang bertubi tubi.

Melihat adanya aksi, akhirnya warga di sekitar itu melerai pengeroyokan tersebut. Tidak senang dengan aksi pengeroyokan tersebut, korban didampingi Ketua FPI, Rudi Hartono dan Sekretaris FPI Asahan Arnes Arbain serta penasehat hukumnya Reza Nurmansyah Tanjung SH melaporkan kasus penganiyaan ke Polsek Kota.

” Memang saat itu saya sedang sendiri melintas, dan menegur Kadiskanla Asahan. Namun siap saya tegur beliau memberi saya duit pecahan Rp 100.000. Namun saya tolak. Anehnya siap saya tolak beliau marah dan keluar dari mobil langsung menggebuki saya bersama supirnya,”ujarnya Selasa 23 Januari 2018 saat buat laporan di Polsek Kota.

Sementara Kadiskanla Asahan, Oktoni Rianto ketika dikonfirmasi saat keluar dari Polsek Kota Kisaran. Hanya terdiam dan senyum saja sambil berlalu.

Sementara, Kapolsek Kota, Iptu Rianto SH, saat dikomfirmasi membenarkan adanya laporan korban. ” Memang ada laporan korban Zulkarnaen Hasibuan,” ujar Rianto singkat. (FR)

 

 

 

Tinggalkan Balasan