Keluarga Cemas, Kadri Bangun Menghilang Sudah 3 Hari

www.negaraonline.com, Karo – Kesedihan terpancar dari pasangan suami istri bernama Aci Bangun dan Asni br Ginting, warga Desa Jandi Meriah Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo. Pasalnya anak mereka yang pertama dari tiga bersaudara menghilang sejak hari Kamis (22/11/18) mulai pukul 11:00 WIB.

Hilangnya Kadri Bangun yang masih berusia 20 tahun tersebut menimbulkan banyak tanda tanya, ada yang menduga jatuh ke sungai Lau Biang yang berada di dekat ladang jagung korban, daerah itu sering disebut warga perladangan lau galuh (cingkam), namun menurut sebagian paranormal bahwa Kardi di sembunyikan makhluk halus sejenis umang, demikian dikatakan Kepala Desa Jandi Meriah, Gunawan Peranginangin.

Lebih lanjut Gunawan mengatakan awalnya korban disuruh oleh orang tuanya untuk menjaga ladang jagung miliknya, dikarenakan ladang jagung tersebut sering dimasuki monyet/kera yang kerap merusak ladang jagungnya. Namun hingga malam Kardi tak kunjung pulang kerumah, keluarga mulai curiga dan bersama warga melakukan pencarian pada hari Jumat (23/11) namun belum membuahkan hasil.

Baca juga :
http://www.negaraonline.com/dirajia-game-zone-sat-pol-pp-diintimidasi-panglima-talam

Salah seorang warga yang ikut mencari, E br Karokaro mengatakan pada saat dilakukan pencarian tak jauh dari ladang korban warga menemukan satu unit sepeda motor dan handphone milik korban tergeletak dipinggir jalan dekat sungai Lau Biang. Dengan penemuan barang barang Kardi, warga menduga kuat bahwa Kadri terjatuh ke aliran sungai sedalam kurang lebih 100 meter dari tebing sungai,

Keluarga korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian dan Basarnas, keluarga korban juga berinisiatif melibatkan beberapa orang paranormal. Empat orang paranormal yang dilibatkan dan menurut salah seorang paranormal mengatakan korban disembunyikan oleh makhluk halus. Paranormal menyarankan untuk tidak melakukan aktifitas pencarian di aliran sungai dalam satu hari, atas saran paranormal itu, seluruh tim baik dari Basarnas, Kepolisian, TNI dan warga yang telah berkumpul di rumah korban sejak pagi hari, akhirnya menunda pencarian.

Pantauan awak media , hingga pukul 13.00 wib akhirnya paranormal tersebut menghentikan ritualnya dan tiba tiba kembali ke kediaman korban dan mengatakan ” ia tidak mampu lagi meneruskan pencariannya, tanpa mengatakan alasan yang jelas. Keputusan paranormal ini menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi keluarga korban dan warga setempat. Hampir terjadi pemukulan terhadap paranormal karena warga merasa kesal atas janji awal sang dukun bahwa akan menemukan korban dalam keadaan hidup namun nyatanya nihil. Untung saja masih ada satu orang personil Koramil Sektor Payung yang berjaga dan langsung menenangkan emosi warga. Akhirnya personil Polsek Tiganderket langsung turun ke TKP dan memboyong paranormal ke Mapolsek untuk dimintai keterangan.

Sampai saat ini korban belum dapat ditemukan, pihak keluarga dan warga setempat akan melanjutkan pencarian esok hari, dibantu Basarnas, Kepolisian, relawan dan TNI, ujar Gunawan Peranginangin (Daris Kaban).

Tinggalkan Balasan