Krismanto Penderita Tumor Ganas Ngaku Takut Diamputasi

www.negaraonline.com, Asahan – Masih dalam suasana libur lebaran, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Asahan, dr Aris mengunjungi Krismanto (19), penderita tumor ganas pada tangan sebelah kanan. Senin (18/6/18) siang.

Didampingi Sekretaris Dinkes Asahan, Santoso dan petugas Puskesmas Pulo Bandring, kedatangan orang nomor satu di dinas baju baju putih putih di Kabupaten Asahan ini diterima Sartik, ibu dari Krismanto dan kerabat lainnya, di rumah mereka yang sederhana, di Xesa Gedangan Kecamatan Pulo Bandring Asahan.

Saat berdialog dengan Aris, Sartik mengaku kalau penyakit yang diderita anaknya itu sudah berlangsung kurang lebih 1,5 tahun lalu.

“Sudah bolak balik ke rumah sakit, tapi tidak sembuh juga. Apalagi kami tidak punya biaya, jadi pengobatannya apa adanya aja pak,” ucap Sartik. “Saya takut diamputasi pak,” timpal Krismanto dengan suara lirih.

Mendengar itu, Aris mengakui kalau secara medis, pengobatan penyakit yang diderita Krismanto tergolong sudah sampai batas akhir.

Hanya saja diakui Aris, masih ada satu cara yang dapat dilakukan. Yakni penanganan dengan kombinasi antara operasi, kemoterapi (obat-obatan) serta radioterapi. “Tapi hasilnya fifty fifty. Tidak menjamin kesembuhan penyakitnya,” aku Aris.

Untuk itu, saat ini, penanganan medis dengan sebutan Palliative Care adalah cara yang bisa diterima dan dilakukan kepada Krismanto.

“Palliative care adalah sistem perawatan terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, dengan cara meringankan nyeri dan penderita lain, memberikan dukungan spritual dan psikososial mulai saat diagnosa ditegakkan,” terang Aris pada wartawan sembari menyiramkan cairan ke atas bagian tumor yang diderita Krismanto.

“Terimakasih pak. Kunjungan bapak ini sudah sangat berarti buat kami,” ucap Sartik saat Aris dan rombongan meninggalkan lokasi.(FR)

Tinggalkan Balasan