Lampaui HET, Gas LPG 3 Kg di Tanjung Balai Capai Rp 30.000

www.negaraonline.com, Tanjung Balai – Kelangkaan Gas LPG 3 Kg kembali melanda Kota Tanjungbalai, hal ini menyebabkan harga tabung gas LPG 3kg yang dijual ditengah masyarakat melonjak drastis hingga mencapai Rp.30.000,- itu dibeberapa tempat yaitu di Jalan Anwar Idris dan Pulo Simardan, pada Minggu (4/11/18) kemarin. Hal ini jelas membuat masyarakat resah akan melonjaknya harga gas tersebut.

Hal tersebut dikataka Ketua DPP Aktivist Nelayan Jayantara Indonesia (ANJ) Nazmi Hidayat Sinaga, SH.

Sementara pada Mei 2018 lalu melalui media Kabag Perekonomian Setdakot Tanjungbalai sudah menyatakan dengan tegas dan jelas bahwa dikota Tanjungbalai ada 4 Agen LPG 3 Kg yang membawahi 117 Pangkalan dan 4 Outlet dengan Jatah atau DO dari Pertamina sebanyak 560 Tabung perhari untuk setiap Agen sehingga beliau memperkirakan gas bersubsidi tersebut dapat mencukupi kebutuhan warga, kata Nazmi, Selasa (6/11/18).

Baca juga
http://www.negaraonline.com/terkait-game-zone-disporapar-akan-undang-kapolres-asahan-satpol-pp-perizinan-ketua-mui-fpi-ketua-ormas

Dikatakannya, bahkan pada oktober 2018 baru-baru ini Pemko Tanjungbalai melalui Kasubbag Pengembangan Usaha Ekonomi ingatkan agen dan pangkalan agar tidak menjual LPG 3 Kg diatas Harga Eceran Terendah (HET).

Pernyataan tersebut disampaikan saat melakukan Monitoring Evaluasi dan pengawasan LPG 3 Kg dibeberapa lokasi di wilayah Kota Tanjungbalai, mereka juga menemukan harga jual yang bervariatif mulai Rp.20.000,- s/d Rp.23.000,- /tabung, sementara harga dipangkalan berkisar Rp.17.000,- s/d Rp.19.000,- pertabung. Jelas-jelas harga ini sangat jauh dari harga eceran tertinggi yaitu Rp.16.000,- pertabung.

“Bahkan saya sendiri kemarin Minggu tanggal 4/11/2018, membeli gas LPG 3 Kg hingga mencapai Rp 30.00,.” Bebernya berucap dengan kesal

Dikatakan Nazmi lagi, dari penjelasan dan survei yang dilakukan oleh Kabag Perekonomian dan Kasubag Pengembangan Usaha Ekonomi Pemko Tanjungbalai beberapa bulan yang lalu, ini membuktikan bahwa tidak ada sanksi tegas atau tindakan konkrit lainnya yang diberikan Pemko Tanjungbalai terhadap para Agen dan Pangkalan yang telah menjual harga LPG 3 Kg diatas HET hingga menembus harga Rp.30.000,- pertabung.

“Ini merupakan harga Fantastis, sementara sama-sama kita ketahui bahwa LPG 3 Kg ini adalah Gas bersubsidi yang diberikan untuk masyarakat miskin, akan tetapi dengan lonjakan harga yang signifikan apakah masyarakat miskin mampu membeli gas bersubsidi tersebut, kasihan warga miskin,” Sebutnya menutup.

Terpisah, Antonius Sialoho (45) warga Jalan Beting Seroja, Kelurahan Keramat Kubah Kecamatan Tanjung Balai Utara (TBU) Kota Tanjungbalai, saat di jumpai di Sebuah kedai kopi Jalan Sutomo mengatakan, ia membeli Gas LPG subsidi di Jalan Khairil Anwar nomor 25 pada  (1/11/18) lalu, sang pengusaha membandrol harga Gas LPG nya dengan Rp 22.000, katanya.

” Akibat Kelangkaan LPG subsidi 3 Kg ini diduga, ada oknum yang bermain diduga mencari keuntungan dan kenakalan para agen dengan modus penimbunan dan pengalihan gas LPG menjadi gas non subsisidi,” Jelasnya

Dari kejadian itu, masyarakat dan Aktivis Tanjungbalai Mendesak dengan tegas kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai agar kembali melakukan Survei dan Pengawasan secara mendadak di seluruh Agen dan Pangkalan jika Ditemukan hal-hal yang diluar ketentuan terkait harga LPG 3Kg segera ambil sikap tegas biak perlu mencabut izin nya.

Dan meminta Pertamina Regional Medan untuk melakukan evaluasi terhadap Agen, Pangkalan dan Outlet didalam Pendistribusian Gas bersubsidi LPG 3Kg dikota Tanjungbalai.

Serta mendesak Aparat penegak hukum khusunya Polres Tanjungbalai untuk membentuk tim investigasi untuk menyelidiki terkait apa motif dibalik melonjaknya harga LPG 3 Kg hingga mencapai harga Rp.30.000,- pertabung, jika ada indikasi penimbunan yang mengakibatkan mahal.

Kelangkaan gas bersubsidi tersebut, segera tangkap dan penjarakan oknum oknum yang bermain dalam hal tersebut, Pungkasnya menutup.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagper) Kota Tanjungbalai, saat akan dikonfirmasi melalui telepon selular, tidak aktif sedangkan Kabag Perekonomian Kota Tanjungbalai tidak dapat diduga sedang uumroh.(Irawan)

Tinggalkan Balasan