Langgar Perda, Dirut Digiring Unit Tipikor

Asahan, Negara Online – Digiring ke Polres Asahan, Dirut RSUD HAMS(Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah) Kisaran dr. Edi Iskandar dan beberapa anggotanya menjadi Tontonan pegawai RSUD HAMS dan masyarakat. Kamis (9/11/17)

Satuan Reserse Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Asahan gelar diduga Oprasi Tangkap Tangan (OTT) di Bagian analis RSUD HAMS,”Tidak tahu pasti apa masalahnya, Tim yang diduga dari Polres Asahan tampak menggiring pegawai dari ruang analis,”ujar salah seorang pegawai RSUD HAMS Kisaran.

Sementara Kanit Tipikor Iptu Rianto saat dikonfirmasi di ruang kerja Direktur enggan bicara banyak,” Kami sedang mengumpulkan berkas – berkas terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan Perda No.14 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Restribusi Jasa Umum.” Terang Rianto.

Disambung Kanit Tipikor, saat menggiring dr. Edi Iskandar dari ruangan Dirut kedalam mobil, ” Untuk konfirmasi langsung aja keatasan,” cetus Iptu Rianto, SH.

Amatan awak media ini, penyidik dari Unit Tipikor Polres Asahan tampak mengidentifikasi berkas – berkas dari berbagai ruangan yang dikumpulkan di ruang kerja Direktur, kemudian beberapa pegawai termasuk Direktur dr Edi Iskandar selanjutnya tampak digiring menujuh mobil yang sudah disediahkan untuk dibawah ke Polres Asahan.

Terkait dugaan OTT yang dilancarkan, dr Edi Iskandar sebelum memasuki mobil saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu jika Perda No.14 Tahun 2014 sudah berlaku dan dirinya hanya mengikuti kebiasaan yang dijalankan, “Saya baru 10 bulan menjabat, jadi tidak tahu dan prosedur yang dijalankan masih mengikuti pola lama,”ujar dr Edi Iskandar.

Lebih lenjut dikatakan orang nomor satu di RSUD HAMS Kisaran, pihaknya hanya sebagai eksekutor dan uang yang dihimpun disetor ke kas daerah melalui Bank.(Boby Akmal)

Tinggalkan Balasan