Lemahnya Pengawasan Dinas Perkim Proyek Saluran Drainase di Tanjungbalai Banyak Asal Jadi

www.negaraonline.com, Tanjung Balai – Pemerintah Walikota Tanjungbalai mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur disejumlah titik bertujuan untuk pembangunan didaerah ini agar dapat dinikmati masyarakat.

Sayangnya, pembangunan infrastruktur yang dimaksud tidak seluruhnya dikerjakan pihak rekanan (kontraktor) sesuai specifikasi tekhnik atau telah mamanipulasi pekerjaan bahkan diduga banyak dikerjakan asal jadi dengan cara mengurangi kwalitas/mutu untuk mencari keuntungan lebih besar.

Hal ini diutarakan Penasehat LSM GOWA Sumut kota Tanjungbalai E. Sitorus kepada Media ini, Senin (15/10/18) dengan memberi contoh pembuatan saluran drainase/gorong-gorong di jalan M. Abbas Kel. TB Kota II Kec. Tanjungbalai Selatan dengan pelaksana CV. Bintang Simardan, berbiaya Rp 99.205.000; sumber dana APBD kota Tanjungbalai Tahun Anggaran 2018.

Pasalnya, proyek yang saat ini sedang dalam pekerjaan tanpa pengawasan dari pihak terkait dalam hal ini pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) sehingga para tukang yang bekerja tanpa pengawasan, seperti pemasangan batu pada dinding drainase, masih dikerjakan dan bangunan yang lama ditindih diatas bangunan yang baru yang sudah retak, sehingga dikhawatirkan kekuatannya tidak maksimal, kata E. Sitorus.

Sementara berdasarkan keterangan diplank kerja dijelaskan jika pembangunan saluran drainase tersebut bukan rehabilitasi, sehingga pekerjaannya terkesan asal-asalan saja bahkan diduga tidak sesuai dengan gambar pada dokumen kontrak, yang mungkin juga diduga kuat tidak sesuai dengan RAB, tudingnya. Bahkan pekerjaan serupa di jalan SMPN 7 Kel. Pasar Baru masih dikerjakan CV. Bintang Simardan, di jalan Musholla Lk IV Kel. Pasar Baru juga dikerjakan CV. Bintang Simardan dan di jalan Sei. Kerabat LK IV Kel. Pasar Baru yang dikerjakan CV Yunita Utama juga terkesan dikerjakan asal jadi.

Hal senada juga disampaikan warga sekitar lokasi pembangunan saluran drainase, “saya tidak pernah lihat pihak dinas terkait mengawasi pekerjaan ini, saya setiap hari disini, karena rumah saya dekat sini bang”, jelasnya dengan menambahkan “bagaimana mau bagus mutu pekerjaan tanpa pengawasan dari pihak Perkim, wajar saja mereka bekerja seperti itu”, katanya mengakhiri.

Saat awak media ini ingin melakukan konfirmasi pada pihak berkompeten dengan mendatangi proyek tersebut, pada hari Senin. banyak sekali ditemukan kejanggalan dalam pekerjaan proyek itu. Bahkan, pengawasan pekerjaan sama sekali tidak ada terlihat, baik dari rekanan pelaksana, konsultan pengawas dan pihak Dinas Perkim kota Tanjungbalai pungkasnya mengakhiri.(Irawan)

Tinggalkan Balasan