Lima Kecamatan Penghasil Produksi Padi Terbesar Asahan

Negaraonline.comAsahan – Produksi beras di Kabupaten Asahan meningkat 1.892 ton atau 120.470 ton pada 2017 menjadi 122.362 ton pada 2018. Peningkatan produksi beras adalah hasil dari program dan upaya khusus yang dilakukan oleh pemerintah dengan TNI serta kelompok tani. Kamis (14/2/19).

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Asahan H Surya BSc saat ikut memetik hasil panen masyarakat bersama para pemanen yang juga dihadiri Sekdakab, Taufik ZA Siregar SSos MSi, Kadis Pertanian Asahan, Ir Oktoni Iryanto MMA, Kepala Pabrik Produksi Bahan Makanan, Ir M Jailani SP MM, Kasdim 0208, Mayor MN Simanjuntak, Kasim Bimas Polres Asahan, AKP M Noor, PKK Asahan Hj Winda Fitrika, Camat, Kades, Extender, kelompok tani dan ratusan orang.

” Kecamatan dengan produksi beras terbesar adalah Sei Kepayang, Rawang Panca Arga dan Meranti, Setia Janji dan Pulo Bandring.” Sebut Wakil Bupati Asahan saat panen padi pertama di Dusun II Desa Rawang Pasar VI Kabupaten Rawang Panca Arga.

Untuk meningkatkan produksi beras, pemerintah melakukan perbaikan pada debit air sungai Bunut untuk meningkatkan jaringan bendungan Sei Silau dan jaringan bendungan akan selesai pada tahun 2021.

“Saat ini, petani hanya dapat menanam dan memanen padi dua kali setahun, tetapi jika bendungan selesai, petani dapat menanam dan memanen padi tiga kali setahun. Kabupaten Asahan melalui Dinas Pertanian terus memperbaiki jaringan irigasi, perluasan pertanian dan pertanian, dengan Harapan Asahan menjadi surplus beras,” terang Wabup.

Menurut Surya, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak termasuk TNI, lembaga teknis, lembaga penelitian dan pengembangan, penyuluhan pertanian mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa.

Dalam imbauanya Wakil Bupati Asahan menyampaikan seluruh masyarakat untuk tidak mengalihkan fungsi pangan lahan pertanian, khususnya sawah sesuai dengan UU No. 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pangan pertanian berkelanjutan dan Perda No. 7 tahun 1999 tentang pengaturan pemanfaatan sawah di Kabupaten Asahan.

” Mari kita bekerja dengan sangat serius sesuai dengan tugas dan fungsi kita dalam rangka mewujudkan visi misi pemerintahan Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri,” sebut Surya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Asahan, Ir Oktoni Iryanto MMA dalam laporannya menyampaikan produksi padi petani di Kabupaten Asahan setiap tahun terus meningkat.

Tanaman padi di musim tanam dari Oktober 2018 hingga Maret 2019 adalah 7.803 ha yang tersebar di lima kecamatan padi, Sei Kepayang 2.620 ha, Rawang Panca Arga 2.280 ha, Meranti 1.915 ha, Setia Janji 464 ha, Banding 268 ha dan sedikit di Silo Laut, Deep Inside dan Aak Auctions.

“Periode panen Oktober hingga Maret adalah 4.600 ha dengan rata-rata rata-rata 71 kuintal / ha atau total produksi 32.660 ton GKP, dengan harga Rp 4.500 / kg,” sebut Oktoni.

Selanjutnya, Oktoni mengatakan Hama utama adalah pengeboran batang atau tetesan, di samping hama wereng coklat.” Untuk mengantisipasi hama, Departemen Pertanian telah memberikan penyuluhan dan insektisida kepada kelompok tani.” Kata Oktoni.

” Tujuan dari kegiatan tersebut adalah salah satu upaya dari Departemen Pertanian dalam meningkatkan hasil produksi padi dengan menggunakan benih unggul” kata Oktoni. (FR)

Tinggalkan Balasan