LPM-IIA Geruduk Kantor Bupati, Dinas Pertanian Diduga Korupsi Pembangunan TA 2019

Negaraonline.com, Asahan – Puluhan Massa yang tergabung dalam Lembaga Pengandian Masyarakat Institut Insan Asahan (LPM-IIA) pertanyakan anggaran Dinas Pertanian Kabupaten Asahan Tahun Anggaran (T.A) 2019 yang terindikasi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme(KKN) dengan melakukan aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Bupati Asahan Kamis, (27/6/19)

Abdian Ritonga koordinator Aksi dalam orasinya mengatakan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan usaha tani di Dusun I Desa Panca Arga Kecamatan Rawang Panca Arga TA 2019 dengan pagu anggaran Rp. 102.534.400,-  yang dikerjakan oleh CV. Citra Jaya namun tidak disertai dengan konsultan pengawas sehingga muncul dugaan tidak sesuai dengan kaedah teknik sipil sehingga menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp.30.093.400,-

“Kami nilai pekerjaan dengan pagu anggaran Rp. 102.534.400,- yang dilakukan CV. Citra Jaya tidak disertai pengawasan, dimana hal itu kami nilai tidak sesuai dengan kaedah teknik sipil dan menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp.30.093.400,-,” sebut Adian Ritonga dalam orasi

Selain itu massa meminta pihak Dinas terkait dan  Penegak Hukum untuk memeriksa item kegiatan pembangunan jalan usaha tani lainnya di Kecamatan Rawang Panca Arga T.A 2019 yang diduga syarat akan tindakan KKN.

“Kelalaian pekerjaan tidak terlepas akibat adanya persekongkolan dari pihak-pihak yang terkait dengan penetapan rekanan pelaksanaan kegiatan selanjutnya kami meminta penegak hukum untuk memeriksa PPJB dalam hal Penunjukan Langsung (PL) pekerjaan dibawah pagu Rp.200.000.000,- untuk kontruksi fisik dibawah Rp. 100.000.000,- untuk pekerjaan konsultan,” teriak orator aksi

Pantauan media, massa aksi disambut oleh Sekretaris Kesbang Pol, S Manik yang akan menyampaikan bahwa perangkat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan sedang ada kegiatan dan pihaknya akan menyampaikan permasalahan ini ke Dinas terkait dan akan segera ditindak lanjuti.

“Hari ini Pemkab dan jajaran lagi ada acara dan kami terima tuntutan dari massa untuk segera kami sampaikan agar ditindak lanjuti”. Ujar S Manik

Mendengar penjelasan itu, massa pun membubarkan diri dengan tertib dan melanjutkan aksi di Kejari Asahan dengan kawalan Polisi dan Sat Pol PP Asahan.(Bawadi)

Tinggalkan Balasan