Massa Menuding, Proyek Pembangunan Rel KA Telah Melanggar Perjanjian

www.negaraonline.com, Batu Bara – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat menggelar aksi unjuk rasa terhadap PT.PJKAI dalam pelaksanaan proyek pembangunan rel kereta api  Bandar Tinggi – Kuala Tanjung yang berada di Kecamatan Medang Deras dan Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Selasa (6/3) sekitar jam 16.00 WIB di Areal proyek pembangunan rel kereta api tepatnya di Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Batubara.

Adapun tuntutan  Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat tersebut adalah bahwa pelaksanaan proyek pembangunan rel kereta api telah melanggar perjanjian yang telah dibuat  dengan warga terkhusus warga Desa Lalang, akibat pelaksanaan proyek dimaksud yang menelan biaya triliunan rupiah ditakutkan akan berdampak pada rumah warga nantinya akan mengalami retak-retak dan kenyamanan lalulintas warga merasa terganggu terkhusus dipinggiran rel kereta api.

Demikian hal tersebut sebagai peryataan sikap yang disampaikan oleh Koordinator Lapangan Aksi MS.Batubara yang didampinggi F.Fadli sebagai koordinator aksi.
sembari juga mereka meminta masalah ganti untung pembebasan lahan dan bangunan rumah milik warga untuk Ruang Mamfaat jalur rel (RUMAJA) dan Ruang Pengawasan Jalur Rel ( RUASJA) yang belum terlaksana dengan baik sesuai dengan perjanjian.

“Maka dari itu kami meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk menghentikan sementara pelaksanaan proyek jalur rel kereta api, sepertinya ada dugaan korupsi dalam hal ganti untung pembebasan lahan dan bangunan pemukiman warga Desa Lalang yang mencapai miliyaran rupiah, dan juga Kepala Desa Lalang harus bertanggungjawab atas perjanjian warga bersama pihak yang bersangkutan,”ungkap MS Batubara kepada Wartawan.

Sesuai amatan Wartawan dilapangan aksi unjuk rasa tersebut berjalan dengan damai dan para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib yang dikawal oleh Pihak TNI dan Polisi. (Wanto)

Tinggalkan Balasan