Masyarakat, Wakil Ketua DPRD Asahan Minta Pemkab Dan Penegak Hukum Menutup Game Zone

www.negaraonline.com, Asahan – Warga kabupaten Asahan dan salah satu ketua Ormas propinsi Sumatera Utara, persisnya diibukota Asahan Kisaran mulai resah dengan menjamurnya game zone yang diduga judi berkedok ketangkasan, seperti yang tertuang diakun FB Bambang Muaythai dan Rudi Hartono.

Amatan awak media ini, distatus Bambang Muaythai tertulis keluh kesahnya terkait dengan game, bukan hanya itu ia pun sempat mendapat teror dari penelepon gelap ingin menggoroknya. Rudi Hartono diakun FBnya meminta Pemkab Asahan dan aparat penegak hukum untuk menangkap pengusaha game zone dengan video saat ia membubarkan pemain dan menyuruh tutup game zone.

Baca juga  http://www.negaraonline.com/sebelum-terjadi-hal-yang-tidak-diinginkan-ketua-fpi-dan-ketua-mui-minta-polisi-mendengarkan-aspirasi-masyarakat

Wakil Ketua DPRD Asahan, Dahrun Hutagaol SE, dengan tegas meminta Polres Asahan untuk  segera memberantas dan menutup permainan game zone yang diduga beraroma judi di seputaran Kota Kisaran. Hal sedemikian itu di sampaikan Dahrun Hutagaol saat di konfirmasi awak media di Kantor DPRD Asahan setempat, Jumat (26/10)

Dahrun meminta Kapolres Asahan segera menutup permainan Game Zone yang meresahkan ini, sebab sudah banyak yang melarat dan malas bekerja akibat kecanduan bermain game zone,

” Main Game Zone ini kalau dilihat secara kasat mata sepintas seperti Game anak, tetapi setelah di perhatiakan permainan ini sangat meyesatkan ” kata Dahron. Oleh kareana itu Dahron meminta kepada Kapolres Asahan untuk segera menutup game zone yang di duga beraroma perjudian.

Ditempat terpisah seorang warga Kota Kisaran Ambarita Nasution ketika di konfirmasi awak media mengatakan bahwa memang banyak kalangan menilai bahwa  game zone merupakan ketangkasan akan tetapi di balik ketangkasan tersebut tersembunyi sebuah permainan haram yang bermoduskan sebuah ketangkasan.

Bahkan permainan ketangkasan tersebut merajalela di seputaran kota Kisaran tanpa ada tindakan dari pihak aparat penegak hukum dan sepertinya adanya dugaan bahwa ada oknum yang membekingi dibelakangnya, cetus Ambarita

Hal senada juga di katakan Dadang Siregar, dahulu dia adalah pecandu game zone sampai gadaikan sepeda motor dan sampai di pecat dari pekerjaan, modusnya beli koin setelah menang dikasih voucher, nanti setelah diluar game ada kaki tangan bos zone ini menukarnya dengan uang, cetusnya

Ia menuturkan  permainan ketangkasan ini keberadaanya ada tujuh lokasi di kota Kisaran, entah kenapa tidak satupun aparat berani menutup dan menangkap permainan judi yang satu ini, ketika ditanya ke tujuh lokasi yang di jadikan tempat permainan ketangkasan tersebut, Dadang enggan meyebutkan

Kanit Jahtanras Polres Asahan, Ipda Mhd Khomaini STK saat diminta tanggapannya masalah ini, mengatakan ya uda tutup aja, kalau mau ribut ribut aja sekalian.

” Ya sudah tutup saja kalau mau buat beritanya ya buat saja biar ribut sekalian, ”  kata Kanit Jatanras sedikit angkuh kepada sejumlah awak media diruang kerjanya, Senin (29./10). (Tim)

Tinggalkan Balasan