Meisya Kirana Ayu Kelas 5 SDN 017973 Peraih Juara 1 Lomba Bercerita Biografi Pahlawan Nasional

Negaraonline.com, Asahan – Meisya Kirana Ayu kelas 5  Sekolah Dasar Negeri ( SDN ) 017973 Kisaran Kota juara 1 lomba bercerita biagrafi Pahlawan Nasional yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Asahan untuk para pelajar dari mulai PAUD hingga SMA sederajat se Kabupaten Asahan yang di gelar di halaman kantor Perpustakaan dan Kearsipan di Jalan Cokroaminoto Kisaran.

Hal tersebut dikatakan Zulkifli Sitorus SPd melalui pesan WA.” Alhamdulillah anak kami juara 1 lomba biografi Pahlawan Nasional tingkat Kabupaten Asahansahan.” Ungkap Kepala Sekolah SDN 017973, Senin (1/4/19)

Lebih lanjut dikatakan Zulkifli, kesemuanya didapatkan dari hasil kerja keras pihaknya,” berkat kerja sama guru-guru dan guru khusus pendamping yang membimbing khusus anak yang mau lomba atas kerja samanya dengan guru semua kami ucapkan terima kasih,” kata Kepala Sekolah SDN 017973 Kisaran Kota.

Ditambahkan Kepala Sekolah SDN 017973 ia berharap kedepannya agar di tingkatkan lagi dalam mencari bakat di sekolah dan pembinaaan yang sungguh dan kerja sama antara keluarga besar sekolah.

Sementara itu, Masita guru SDN 017973 wali kelas 1 yang menjadi guru khusus pendamping Meisya Kirana Ayu kelas 5  menyebutkan bahwa siswinya peraih juara 1 lomba bercerita biografi Pahlawan Nasional adalah anak yang pintar,” Dari kelas satu Meisya juara satu sampai dengan sekarang,” sebut Masita.

Dari pengamatan pihak sekolah tentang siswa/i Meisya dipilih sebagai mewakili peserta lomba dengan dilatih guru khusus pendamping,” saya pertama melatih datang kerumah Meisya, seterusnya disekolah,” ujar guru wali kelas 1.

Meski Meisya terkategori siswi pintar disekolah saat melatih untuk tampil Masita awalnya mengalami kesulitan, dengan bekal yang cukup matang dan kesabaran dalam mendidik anak akhirnya berhasil.” Anak tidak cepat mengusai materi, kami para guru melihat Meisya ada mempunyai keberanian untuk tampil,” terang Masita.

Disambangi awak media ini, Meisya menyebutkan bahwa ia bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan RI pada tahun 1945 yang pada saat itu Soekarno tidak bersedia mengumumkan kemerdekaan dikarenakan bulan suci ramadhan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Disinggung tentang pengalaman diatas panggung saat tampil,” waktu naik keatas panggung sampai bercerita gemetaran, kaki goyang – goyang gitu om. Berceritanya ada juga sambil dipraktekan, waktu adegan Soekarno dikeroki  karena masuk angin ada suara keluar angin disitu semua ketewak, Meisya mau ketawak tapi ditahanlah om,” terang Meisya.

Meisya Kirana Ayu adalah putri pertama dari tiga bersaudara pasangan suami istri, Julianto dengan OK Aditya Wulandari Prihatin mempunyai cita-cita ingin menjadi Dokter.(Bawadi)

Tinggalkan Balasan