Mencegah Berkembangan Malaria, Dinkes Lakukan Ini

www.negaraonline.com, Asahan – Melindungi 10.000 unit rumah warga dari kasus malaria yang tersebar di daerah endemis, Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Kabupaten Asahan lakukan perlindungan dengan cara Indoor Residual Spraying (IRS).

Cara IRS atau disebut penyemprotan dinding rumah di daerah endemis malaria yang berada di wilayah kerja 4 Puskemas, dengan tujuan mencegah berkembangan malaria.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aris melalui Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Saprin Hutahean mengatakan, tahun ini ada 10.000 unit rumah yang akan disemprot untuk mencegah berkembangan malaria.

Cara penyemprotan dilakukan dengan menyemprot insektisida, di mana nanti residu akan menempel di dinding. Ini membuat nyamuk yang menempel di dinding akan mati, di mana ketahanan efektifitas penyemprotannya bisa mencapai 1 tahun, kata Saprin, Sabtu (14/7/18).

Saprin menjelaskan, bahwa hingga kini kasus malaria masih di bawah ambang batas atau belum ada peningkatan kasus.

Pemkab Asahan memiliki target bahwa tahun 2020 daerah itu akan tereliminasi dari kasus malaria. Artinya Asahan sudah terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut.

” Harapan kita dengan dilakunnya IRS, kasus malaria bisa ditekan dan besar harapan Asahan terbebas dari penyakit penyebab malaria. Target bisa tercapai sesuai dengan visi dan misi Pemkab Asahan mewujudkan Asahan sehat, ” kata Saprin.

Adapun jumlah yang menjadi target IRS seperti wilyah kerja Puskemas, yakni Puskemas Sei Apung sebanyak 2.883 rumah, Puskemas Silau Laut 3.488, Puskemas Sei Kepayang Timur 2.582 rumah dan Puskemas Bagan Asahan 1.047 rumah.(FR)

Tinggalkan Balasan