Meski Molor, Proyek Kolam Renang Tetap Dikerjakan

www.negaraonline.com, Asahan – Proyek Kolam Renang Rp 7,6 M di Duga Bermasalah Segera di Usut
ASN dihimbau agar tetap netral dalam Pilgubsu 2018 nasional senilai Rp. 7,6 miliyar yang dibangun oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Asahan ‘ molor’ dari batas waktu yang telah dite­tapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan. Namun, pengerjaannya masih berlanjut hingga sekarang.

Amatan awak media di lokasi, Rabu. ( 24/1/18) bahwa masih tampak pengerjaan proyek tersebut.Padahal, di papan proyek tertera pe­kerjaan­dilaksanakan selama 175 hari sejak tanggal 28 Juli 2017 hingga 22 Desember 2017. Pro­yek senilai Rp 7,6 milayar lebih ini dikerjakan oleh PT Rizky Atma Mulya. Namun sangat disesalkan hingga akhir bulan Januari 2018 proyek tersebut tidak selesai dikerjakan.

Saat dikomfirmasi beberapa awak media , Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) dari Disporapar Rahmad Lubis mengatakan tidak mengetahui teknis pengerjaan proyek kolam renang tersebut.Malah, dia menyarankan untuk mempertanyakan langsung kepada Kepala Dinas.” Itu urusan pak Kapala Dinas la,” katanya ketika ditemui awak koran ini di kantornya.

Sedangakan kapala dinas Disporapar, M. Hasby Simbolon ketika dioonfirmasi lari dari pintu belakang saat melihat wartawan yang ingin mengkonfirmasinya terkait proyek kolam renang tersebut. ” Tadi sudah saya sampaikan pesan abang ke Kadis, “ujar salah seorang stafnya.

Sementara itu, Dicky Syahtria mantan Ketua IPNU Asahan mengatakan sangat menyesalkan lambatnya pembangunan kolam renang yang pengerjaannya melewati batas waktu yang ditentukan Pemkab Asahan. Kita sangat menyesal pengerjaan itu tidak selesai dikerjakan hing­ga waktu yang telah ditentukan, cetusnya

Ia juga mendesak agar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejari Asahan supaya mengusut du­gaan penyelewengan pemba­ngunan kolam renang tersebut, kaarena di duga adanya temuan penyimpangaan dan atau penyelewengan ter­kait proyek tersebut.

” Kami meminta agar pihak penegak hukun untuk segera mengusut dugaan penyim­pa­ngan proyek kolam renang itu,” tegas Adha Khairudin

Maka oleh karena itu sudah seha­rusnya Pemkab Asahan bersikap tegas terhadap oknum pe­ngusaha yang tidak bertanggung jawab. Bila perlu black list perusahaan yang tidak bisa mem­per­tanggungjawabkan pekerjaannya, Jangan hanya oknum-oknum tertentu yang dapat proyek meski banyak proyeknya yang bermasalah, harap Dicky (FR)

 

 

Tinggalkan Balasan