Miris Gebrakan BNNK Karo Tidak Berbanding Lurus Dengan Anggaran Operasional 

 

Negaraonline.com, Asahan – BNNK  Karo gelar konferensi pers /press release tentang kinerja selama satu tahun (Januari  s/d Desember 2018) selama 2 (dua)  hari bertutur turut  mulai hari Kamis – Jumat  (20 – 21/12) di ruang aula kantor BNNK Karo  Jalan Pahlawan Padang Mas, simpang Enam Kabanjahe Kabupaten Karo, Jumat (21/12)

Dalam pemaparan Kepala BNNK Karo AKBP Heppi Karo – Karo menjelaskan giat yang sudah berlangsung sejak bulan Januari  2018 hingga saat ini mulai dari pemberantasan adalah kasus yang sudah P21 berjumlah 6 (enam)  kasus dengan 7(tujuh)  tersangka yang kesemuanya laki laki  dengan barang sitaan /barang bukti nya berupa shabu 69, 8 gram, extasi 17 butir, Ganja kering 137,36 gram, dan  temuan batang ganja 322 batang dari dua lokasi berbeda yaitu Desa Ajijahe Kecamatan Tiga Panah dan Desa Ujung Teran Kecamatan Merdeka  Kabupaten Karo.

Untuk hal pencegahan dan pemberdayaan masyarakat pihak BNNK Karo gelar advokasi ke lingkungan masyarakat terdiri dari 25  desa dengan jumlah 30 peserta, di lingkungan pendidikan sebanyak 24  sekolah yang sudah di advokasi  sudah termasuk  Sekolah Tingkat Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Tingkat Atas (SMA).

Untuk Relawan Karo yang sudah terbentuk sebanyak 521 orang diantaranya  para pelajar  berjumlah 243 orang dan umum sebanyak 278 orang.

Untuk pengadaan publikasi dan informasi selama ini dalam hal kegiatan diseminasi BNNK Karo sudah dilakukan secara keseluruhan sebanyak 24 paket Dipa yakni kegiatan sosialisasi, melalui media penyiaran radio, media cetak dan media luar ruang serta Inser Konten yang menyasar  56.770 orang atau 14,57 % dari jumlah penduduk Kabupaten Karo, jelas  Kepala BNNK Karo.

Lanjutnya, untuk kegiatan rehabilitasi pecandu dan penyalahgunaan narkotika berjumlah 81 orang sementara anggaran yang di sediakan hanya untuk 60 orang, tentu dalam hal pemulihan ini kami pihak BNNK Karo tidak bisa berbuat banyak.

” Mengingat keterbatasan anggaran sehingga sisa dari 81 orang tersebut harus menggunakan dana sendiri, dikarenakan memang dalam anggaran tersebut Pemkab Karo tidak menganggarkan nya,” terang Heppi Karo-Karo.

Bentuk kerja sama pihak BNNK Karo  dengan instansi terkait mulai periode Januari hingga Desember  2018 tentu sudah rutin di lakukan hingga sampai membuat suatu kesepahaman  (MoU) dalam melaksanakan razia gabungan hingga sosialisasi.

Sekedar mengingatkan BNNK Karo  terbentuk pada tanggal 15 Agustus  2013  silam, sarana dan prasarana gedung BNNK Karo masih berstatus pinjam pakai dari Pemerintah Kabupaten Karo dengan luas tanah  599 meter, bangunan fisik dengan semi permanen seluas  280 meter.

Fasilitas kenderaan ada  roda 4  yang  1 masih pinjam pakai milik Pemkab Karo yang kesemuanya digunakan sebagai kenderaan operasional oleh personil BNNK Karo yang berjumlah 38 orang.

Mengingat anggarannya yang masih minim sekali dan tidak sebanding lurus dengan kegiatan serta untuk operasional BNNK Karo yang selama ini dilakukan membuat  AKBP Heppi Karo –  karo, berupaya mencari solusi.

Dimana solusi yang telah dilakukan berupa membuat surat usulan ke Pemkab Karo tentang permohonan sarana dan prasarana.

Menurut Kepala BNNK Karo ada 4 jenis surat yang dimohonkan ke Pemkab Karo  termasuk ke DPRD Karo yaitu permohonan pengadaan tanah BNNK Karo, permohonan pembangunan gedung, permohonan pembangunan gedung eks Dinas Peternakan Pemkab Karo dan permohonan hibah tanah untuk pembangunan pusat rehabilitasi BNN RI, namun hingga detik ini surat tersebut belum ada hasil yang berarti, jelas Heppi Karo-karo  di konferensi pers nya tersebut.

Jadi kendala kendala ataupun masalah yang kita temukan sudah jelas yaitu kurangnya sarana prasarana dalam mendukung kegiatan P4GN, kurangnya personil, dan pastinya kurangnya anggaran dalam setiap mendukung kegiatan, jadi harapan saya kedepan semoga Pemkab Karo bisa mendukung dan menfasilitasi dengan merealisasikan kekurangan kekurangan BNNK.KARO  ini, ” harapnya.(Bawadi/Daris Kaban)

Tinggalkan Balasan