Pejabat Pemkab Batu Bara ZH Menyusun ZL Dipenjara

www.negaraonline.com, Batu Bara – Setelah Kadispenda Batubara ZL ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara pekan lalu, kini giliran oknum mantan bendaharanya berinisial ZH menyusul mendekam di penjara.

ZH ditahan di Lapas Labuhan Ruku, Kabupaten  Batubara, Senin (6/3) setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam diruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan setempat guna melengkapi berkas penahan atas dugaan kasus korupsi yang melibatkan dirinya.

Kajari Batubara Eko Adiyaksono,SH melalui Kasi Intel Mhd Harris SH, kepada Wartawan melalui telepon, Selasa (6/3) membenarkan penahanan tersangka ZH.

“Berdasarkan surat perintah dari Kajari Batubara ZH ditahan selama 20 hari kedepan dan telah dititipkan ke Lapas Kelas II A Labuhan Ruku. Penahanan ZH dilakukan karena yang bersangkutan terancam hukuman di atas lima tahun penjara, selain itu ada kekhawatiran jika tersangka malarikan diri dan menghilangkan alat bukti”, katanya.

Berdasarkan informasi yang himpun menyebutkan, ZL dan ZH  ditahan pihak kejaksaan dimana sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya tersandung kasus dugaan korupsi pajak galian C Tahun 2015 yang ditenggarai merugikan negara bernilai ratusan juta rupiah.

ZL selaku Kadispenda bersama ZH yang ketika itu menjabat sebagai bendahara diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan dana kutipan pajak yang seyogyanya disetor ke kas daerah dan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) namun diduga digelapkan.

Penahanan kedua tersangka menambah deretan jumlah oknum pejabat dan pegawai di Batubara yang terjerat kasus korupsi sebelumnya. Bukan hanya itu, Bupati Batubara non aktif OK Arya juga telah turut terjerat dalam kasus fee proyek.

“Selain OK Arya, hampir sekitar 30 orang pejabat dan PNS sudah masuk penjara karena kasus korupsi”,kata aktivis LSM Gempar Kabupaten Batubara, Darmansyah.

Darmansyah menprediksi jumlah tersangka akan bertambah sebab ada beberapa kasus dugaan korupsi disejumlah SKPD tahun 2016 – 2017 telah dilaporkan kepihak hukum.

“Sudah kita laporkan termasuk oknum Kepala Desa yang diduga melakukan penyalahgunaan Dana Desa (DD). Kita mengapresiasi Kejari Batubara yang telah menjerat tersangka korupsi pajak galian C. Namun begitu kita juga berharap pihak kejaksaan terus mengusut kasus-kasus dugaan korupsi yang sudah dilaporkan”, pinta Darmansyah. (Wanto)

Tinggalkan Balasan