Pendemo : Oknum Kabid Dinkes Korupsi Uang Negara

www.negaraonline.com, Tanjung Balai – Ditengah gencarnya semangat pemerintah untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat justru berbanding terbalik dengan apa yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungbalai. Belakangan justru terdengar kabar bahwa ada anggaran kesehatan yang sepertinya sengaja “di mainkan” oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi. 

Hal ini dilontarkan koordinator aksi Forum Mahasiswa & Pelajar Tanjungbalai (Format) dan Satuan Mahasiswa Indonesia Raya (Samarinda) Kota Tanjungbalai Ridho Damanik saat melakukan unjukrasa damai di kantor DPRD dan Kejaksaan Negeri Kota Tanjungbalai Asahan.

Dikatakannya, Pada kasus gizi buruk yang terjadi beberapa waktu yang lalu yang menimpa seorang anak bernama FITRI FADILLAH (sudah meninggal dunia-red), tentunya hal ini menjadi Tanggungjawab Dinas Kesehatan Tanjungbalai untuk memberikan sosialisasi tetang pentingnya gizi dan kesehatan, bukan justru menyalahkan masyarakatn dan seharusnya ini menjadi preseden buruk bagi dunia kesehatan di kota Kerang ini.

Ridho Damanik melanjutkan, Tahun 2017 yang lalu, Dinas Kesehatan Tanjungbalai telah menggelontorkan dana untuk kegiatan Belanja obat-obatan, BHP, Alat Kesehatan, darah, O2, PA, ATK (Administrasi Pendukung dan Operasional) yang berjumlah kurang lebih 8,8 Milyar, Jeleasnya

Dalam penggunaannya Tambah Ridho, diduga keras bahwa Oknum Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengelolaan Dana JAMKESMAS dan Obat-obatan Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai telah mengeruk keuntungan untuk memperkaya diri sendiri.

Berdasarkan laporan keuangan, oknum yang bersangkutan tidak melaporkan secara terperinci alokasi penggunaan dana kegiatan tersebut. Hal ini sudah barang tentu ada indikasi korupsi dan berpotensi terhadap kerugian Keuangan Daerah Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai.

Hal demikian sangatlah menyayat hati seluruh masyarakat khususnya dikota Kerang ini, sebab alokasi dana tersebut seyogyanya digunakan untuk keperluan masyarakat dan bukan untuk memperkaya diri sendiri. Akan tetapi ternyata, ditemukan adanya indikasi oknum untuk memperkaya diri sendiri dalam hal ini diduga dilakukan oleh oknum Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengelolaan Dana JAMKESMAS dan Obat-obatan Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai.

Beberapa waktu yang lalu, Pengadilan Negeri Medan telah memutus perkara Korupsi Eks Bendahara RS.Dr.Tengku Mansyur Tanjungbalai dengan pidana kurungan 5 Tahun, kasus tersebut juga terkait pengelolaan Dana Kesehatan. Semua ini adalah berawal dari laporan dan aksi unjuk rasa (unras) yang telah dilakukan. Tentunya ini adalah catatan buruk terhadap pengelolaan Dana Kesehatan di Kota Tanjungbalai.

Dengan ini, kami juga akan menyerahkan laporan dugaan penyalahgunaan Dana Kesehatan pada instansi Dinas Kesehatan yang diduga dilakukan oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengelolaan Dana JAMKESMAS dan Obat-obatan Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai kepada pihak penegak hukum, yang diduga keras ada indikasi kerugian Negara didalamnya.

Untuk itu Kata Ridho lagi, kami FORMAP TANJUNGBALAI dan SAMARINDA menuntut: -BPK Untuk melakukan audit Investgasi terhadap laporan keuangan Bidang Pelayanan Medis dan Pengelolaan Dana JAMKESMAS dan Obat-obatan Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai yang diduga tidak akuntabel. -Meminta pihak Penegak hukum baik Kejaksaan Negeri TBA dan Polres Tanjungbalai untuk memeriksa oknum Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Pengelolaan Dana JAMKESMAS dan Obat-obatan Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai terkait penggunaan dana kegiatan yang ditanganinya.


Ridho Damanik mengaku, kami juga -Meminta pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan untuk mengusut tuntas keterlibatan Dirut dan Eks.Dirut RSUD Dr.Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai pada Tahun 2014 sampai 2106 terkait adanya tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Eks Bendahara rumah sakit tersebut dan sudah di Vonis oleh PN Medan, serta -Meminta Walikota agar Mencopot Kepala Dinas Kesehatan Tanjungbalai, Karena dinilai tidak aktif untuk melayani Kesehatan Masyarakat.
Sementara staf intel Kejaksaan TBA dalam tanggapannya, akan segera menelaah issu yang disampaikan oleh Adik adik Mahasiswa dari Format Tanjungbaklai dan Samarinda serta berharap agar kami (pengunjukrasa-red) menyerahkan laporan tertulis kepada pihak kejaksaan disertakan dengan bukti” otentik.. Koordinator aksi

Ridho Damanik juga mengaku, dalam beberapa waktu yang akan datang akan menyerahkan laporan tertulis, Pungkasnya menutp.(Irawan)

Tinggalkan Balasan