Pengurus K3S Disdik Asahan di Duga Kangkangi Edaran Dirjen Dikdasmen Huruf B

Keterangan Gambar : Buku referensi di jual ke sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang di duga di kordinir oleh oknum pengurus K3S Kisaran Timur pada tahun 2017 menggunakan dana BOS

www.negaraonline.com, Asahan – Oknum pengurus K3S Dinas Pendidikan (Disdik) Asahan, khususnya di wilayah Kecamatan Kisaran Timur di duga mengkotdinir buku referensi.

Buku referensi yang tidak termasuk dalam kutikulum 2013 tersebut telah di dijual kepada sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tahun 2017.

Hal ini tentunya bertentangan dengan petunjuk tekhnis ( Juknis ) maupun petunjuk pelaksanaan ( Juklak ) dana BOS pada tahun anggaran 2017, demikian di katakan Hery Noto selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Sosial Pendukung Aspirasi Masyaeakat Asahan ( LSM S.S PAMA), Selasa, (29/5/18) di Kediamanya dikelurahan Sei Renggas Kisaran.

Kepada awak media Hery menyebutkan, bahwa seluruh pihak Kepala Sekolah SD Negeri di Wilayah Kecamatan Kisaran Timur di wajibkan untuk membeli buku pendamping atau referensi modul kerja tematik yang di duga di kordinir oleh pengurus K3S yang harganya mencapai Rp 15 juta per sekolah. ” Sementara pihak kepala sekolah merasa keberatan dalam hal pembelian buku tersebut,” ujar Hery

Lebih lanjut Hery mengatakan bahwa buku tertebut di bayar oleh kepala sekolah menggunakan dana BOS, padahal menurut Hery buku tersebut bukanlah masuk pada kurikulum 2013.

Dengan demikian bahwa pihak kepala sekolah sebenarnya tidak di perbolehkan untuk membayar buku tersebut dengan meggunakan dan BOS.

Selain itu kata Hery, bahwa buku yang bebas di beli oleh pihak kepala sekolah adalah 10 jenis percetakan buku yang diperbolehkan berdasarkan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara online.

Hal ini tentunya berkaitan dengan penyelenggaraan kurikulum 2013 untuk memenuhi kebutuhan buku siswa / siswi, ” maka pihak kepala sekolah dapat membeli buku kurikulum tersebut menggunakan dana BOS,” cetus Hery

Di katakan Hery lagi, bahwa buku modul kerja tematik sesuai dengan gambar pada buku tersebut tidak memiliki logo di karenakan tidak termasuk yang di sahkan oleh Pemerintah.

Maka oleh karena itu sebut Hery, bahwa Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluararkan surat edaran Nomor. 08/D/KR/2016 tentang pembelian buku pelajaran menggunakan dana BOS dan surat edaran Nomor 10/DKR/2016 tentang penyediaan buku teks pelajaran bagi sekolah pelaksanaan kurikulum 2013.

Hery menegaskan bahwa pesan utama dalam surat edaran Dirjen Dikdasmen tersebut pada huruf b menyebutkan, bahwa pembelian buku kurikulum 2013 di pesan langsung oleh pihak sekolah kepada penyedia terpilih dengan menggunakan dana BOS.

Dengan demikian bahwa pembelian buku referensi oleh pihak kepala tersebut telah menyimpang dalam acuan program kurikulum 2013. cetus Hery.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Asahan, Pardamean Sitorus ketika di konfirmasi awak media melalui ponsel sedang tidak aktif. (Bagas)

Tinggalkan Balasan