Peringatan Nuzul Quran Bukan Hanya Simbol Turunnya Kitab Suci Al-qur’an

Negaraonline.com,  Asahan – Ratusan umat Islam menghadiri peringatan Nuzul Quran yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Asahan di Masjid Raya jalan Imam Bonjol – Kisaran, Senin (20/5/19).

Hal ini bertepatan dengan turunnya Al-quran atau dikenal dengan peristiwa Nuzul Quran. Peristiwa nuzul quran ini tertulis didalam surat Al-baqarah ayat 185. Membaca Al-qur’an harus dimulai sejak usia dini dan dijadikan sebagai gaya hidup.

Plt Bupati Asahan, H Surya BSc dalam pidatonya mengatakan umat muslim sebentar lagi memasuki hari ketujuh belas dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun 1440 H.

“Bulan ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” sebut H Surya.

Peringatan Nuzul Quran bukan hanya simbol turunnya kitab suci Al-qur’an, namun harus dapat menjadi momen kebangkitan umat Islam sebab banyak makna yang terkandung didalamnya sebagai sumber hukum agama Islam dan hendaknya dijadikan sebagai dasar dan pedoman hidup.

Setidaknya ada 3 makna yang terkandung dalam peringatan Nuzul Quran yakni membudayakan masyarakat membaca kitab suci Al-qur’an, masyarakat mampu menguasai ilmu dan teknologi, masyarakat dapat berpikir logis dan bertindak sesuai aturan hukum

Umat Islam jangan hanya bisa membaca Al-qur’an, namun harus mampu mengartikan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain punya makna spritual peningkatan ibadah, peringatan nuzul quran juga memiliki makna sosial. ” Momentum ini dapat menjadikan umat Islam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.” Ujar Surya

Segala sesuatu tersimpan dalam Al-qur’an, semakin sering kita menulis dan membaca kita lebih paham dengan ilmu serta ajaran yang terkandung didalamnya. Nuzul Quran juga memiliki makna pemersatu umat.

Sebagai sumber dan pedoman umat Islam seluruh dunia, membaca Al-qur’an dengan cara dan bahasa yang sama. Peringatan nuzul quran juga diisi tausiah yang disampaikan Ustadz Muhammad Tanjung MA dari Medan. (Bawadi)

Tinggalkan Balasan