Perjalanan Presiden RI Ir Joko Widodo Terlambat Satu Setengah Jam

Negaraonline.com, Asahan – Kemenangan Ir Joko Widodo terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia Kabupaten Asahan memberikan penyupli jumlah suara 53 persen. Pada pemilihan tahun 2019 jumlah suara ditargetkan sebanyak 70 persen.

Hal tersebut dikatakankan Ir Joko Widodo  dihadapan ribuan pendukungnya saat melakukan kampanye dialogis di Gedung Olah Raga ( GOR ) Serbaguna Jalan Akasia Kelurahan Mekar Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat, Sabtu siang (6/4/19)

Tampak hadir dalam acara kampanye dialogis itu, para ketua partai pengusung. Wakil Bupati Asahan H Surya BSc dan Ketua TP. PKK Kabupaten Asahan Ny Hj Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang, Caleg DPR RI Junimart Girsang, Mantan Wakil Gubernur DKI Djarot, Caleg DPRD Asahan H Benteng Panjaitan SH MH.

Amatan awak media, dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Presiden RI ke 7 terlambat kurang lebih satu setengah jam, dikarenakan mulai tiba distadion Mutiara hingga di GOR Serbaguna Lautan Manusia membanjiri badan jalan Starda, jalan Sisingamaraja, jalan Imam Bonjol, jalan Cokroaminoto, jalan WR Supratman, jalan Akasia oleh masyarakat yang ingin bersalaman dan selfie dengan Ir Joko Widodo.

Dalam penjelasan perhitungan jumlah suara, target 65 persen suara menjadi kemenangan tidak akan sulit dicapai jika dikelola dengan benar, khusus di Kabupaten Asahan jika mampu memperoleh 70 persen suara. ” Satu Minggu setelah hari pencoblosan, saya akan datang langsung kesini.” Ujar Ir Joko Widodo.

Mantan Wali Kota Solo itu dihadapan pendukungnya memperkenalkan tiga kartu unggulan bagi masyarakat kedepannya menjadi topik kampanye pasangan Jokowi – Amin.

Diantaranya, KIP Kuliah beasiswa pemerintah bagi mereka yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi, kartu Pra Kerja untuk siswa – siswa yang baru menyelesaikan pendidikan di bangku SMA, SMK, bagi yang memegang kartu itu akan ditraing di lembaga – lembaga dan bagi yang belum mendapatkan pekerjaan akan mendapatkan insentif, kartu sembako murah untuk ibu – ibu rumah tangga agar belanja mendapatkan diskon yang besar.

Lanjut Mantan Gubernur kartu – kartu ini baru akan berlaku pada tahun 2020, karena saat ini baru dianggarkan. “Siapa yang setujuh dengan ketiga kartu ini,” pungkas Joko Widodo spontan suara riuh pendukung Jokowi pun langsung menyambut dengan teriakan, setujuh.

” Jika ada pihak – pihak yang menebar fitnah, pasangan Jokowi – Amin menang Pemilu, Adzan dilarang, pendidikan agama di sekolah akan dihapus dan perkawinan sejenis di legalkan. Fitnah – fitnah itu terus dihembuskan oleh orang – orang yang tidak menginginkan pasangan Jokowi – Amin menang,” terang Jokowi. ( Bawadi )

Tinggalkan Balasan