Perkuat Monitor Dan Lawan Ormas Intoleran dengan Datang ke TPS

Negaraonline.com, Medan – Relawan Martabat Sumatera Utara harus mampu mengajak kelompok ‘silent majority’ atau orang-orang yang pasif, bertindak untuk melawan radikalisme dengan cara memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Hal tersebut dinyatakan oleh KRT Tohom Purba, SH, MM., selaku Ketua DPP Relawan Martabat Bersatu dalam arahannya kepada para pengurus Relawan Martabat Bersatu di Sumatera Utara, pada rapat koordinasi yang berlangsung di sekretariat organisasi relawan tersebut di jalan Orion, Medan, Jum’at (22/3/19).

“Seperti kita ketahui, lawan kita didukung oleh Ormas intoleran, Ormas yang sudah dibubarkan karena mengusung ideologi lain yang bertujuan mengganti Pancasila, bahkan baru-baru ini terungkap Capresnya difasilitasi mobil oleh mantan Presiden ISIS Indonesia saat kampanye di Cianjur. Maka tidak tertutup kemungkinan, isu akan adanya intimidasi terhadap etnis minoritas pada hari pencoblosan nanti oleh kaum intoleran ini, terjadi,” ungkapnya pada para peserta.

Tohom Purba mengajak Relawan Martabat Sumut untuk memperkuat monitoring dan selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ketika menemukan masalah di lapangan.

“Perkuat monitoring dengan memperluas jaringan. Serukan pada teman-teman kita etnis Tionghoa untuk tidak plesiran atau liburan keluar negeri sebelum memberikan suaranya pada pemimpin yang baik, Capres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebab, bisa jadi apabila mereka tidak ke TPS, sepulangnya dari luar, mereka terkejut bahwa kaum intoleran telah merebut kekuasaan secara legal”, ujarnya.

Hal senada ditambahkan oleh Ketua Relawan Martabat Sumut, Ezra Ginting Manik, yang menyatakan bahwa gerakan-gerakan radikalisme harus dicegah.

“Relawan Martabat harus menyebarkan informasi ini seluas-luasnya, khususnya pada saudara-saudara kita etnis Tionghoa, agar jangan mau ditakut-takuti oleh kaum intoleran atau pun oknum tertentu, dan kita siap mengawal untuk menyukseskan pesta demokrasi 17 April 2019 nanti,” kata Ezra.

Selain mengawal saudara-saudara minoritas, Ezra juga menghimbau agar Relawan Martabat berusaha maksimal untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan mengajak teman-teman, tetangga, kumpulan marga/ agama, mahasiswa dan pelajar dengan sistem door to door.

“Bukan memaksa, tetapi dengan memberi penjelasan perihal apa yang sudah dilakukan Jokowi selama ini dan apa rencananya bersama Pak KH Ma’ruf Amin lima tahun kedepan,” tukasnya.

Rapat koordinasi yang dipandu oleh Albert Siagian selaku Sekretaris Relawan Sumut ini juga diisi oleh paparan berisi alasan-alasan logis mengapa relawan harus memenangkan Capres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin oleh Tohom Purba. ( Martinus )

 

Tinggalkan Balasan