Plt Bupati Asahan : Mari Kita Bayar Zakat, Tingkatkan Infaq dan Sedekah

Negaraonline.com,  Asahan – Ustadz DR H Hasrad Efendy Samosir MA dari Medan mengisi ceramah pada peringatan Nuzul Quran tahun 1440 H di Masjid Agung H Ahmad Bakrie Kisaran.

Amatan awak media ini turut hadir Plt Bupati Asahan, Dandim, Danlanal TBA, Wakapolres, Ketua PN, Kajari, Kakankemenag, Sekda, Ketua MUI, Ketua Imtaq, OPD, Kabag, Camat Lurah dan ratusan jamaah.

Dalam tausiyahnya, ustadz menyampaikan kita sebagai manusia harus mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT. ” Janganlah kita menjadi manusia yang kufur nikmat.” Kata Hasrad. Selasa (21/5/19).

Selain hal tersebut, ustadz juga menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah. Al-Qur’an merupakan panduan hidup bagi umat Islam, sebab didalam Al-Qur’an terdapat ilmu pengetahuan.

Plt Bupati Asahan, H Surya BSc dalam pidatonya mengatakan atas nama Pemkab Asahan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga kondusifitas saat bulan ramadhan.

” Semoga silaturahmi kita semakin kuat dan semoga amal ibadah dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT semakin meningkat. Al-Qur’an merupakan peraturan dan menjadi pedoman hidup didunia menuju akhirat, sekaligus menjadi pembeda antara yang benar dan salah.” Kata Surya BSc.

Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat Islam, artinya segala permasalahan yang terjadi harus berpedoman kepada Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam sudah diyakini dan diakui kebenarannya, meliputi ibadah, ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, seni dan lainnya. Oleh sebab itu mari kita membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan kita.

Momentum bulan suci ramadhan dan peringatan Nuzul Quran merupakan kebangkitan yang hakiki dengan ditandai bangkitnya umat Islam dalam berpikir. Bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup, tetapi bagaimana kebutuhan hidup dapat dipenuhi dengan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Semangat puasa ramadhan bukanlah menjadi alasan bagi umat Islam untuk mengurangi etos kerja dibandingkan hari biasa. Kita harus menyadari bahwa puasa suatu peluang berharga yang diberikan Allah SWT untuk melihat siapa yang berhasil keluar sebagai pemenang.

Bulan ramadhan bukan hanya sebagai bulan pembenahan spritual, tetapi harus diperluas untuk membangun keadaban pribadi, karakter dan akan menjadi bias pembangunan yang kolektif dalam bernegara, berbudaya, beragama.

Diakhir pidatonya, H Surya menyampaikan mari kita bayar zakat, tingkatkan infaq dan sedekah. Khusus zakat agar dibayarkan melalui lembaga zakat agar penyalurannya lebih tepat dan merata.(Bawadi)

 

 

Tinggalkan Balasan