Refleksi 21 Tahun KONTRAS, Sadar Dan Tolak Pelanggar HAM Berat Masa Lalu Untuk Berkuasa 

Negaraonline.com, Medan – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) berdiri pada 21 Tahun silam tepat pada 20 Maret 1998. Sejarah panjang perjuangan pun masih terus dilanjutkan dan akan tetap hidup sampai keadilan terwujud.

Lahirnya KontraS melekat dengan situasi sosial politik saat itu, sejalan dengan menguatnya tuntutan dan perlawanan rakyat kala itu dalam menyuarakan pelanggaran HAM yang terjadi akibat tindakan represif rezim Orde Baru di bawah kendali Presiden Soeharto dan para royalisnya.

Diawal berdirinya, KontraS memang identik sebagai bentuk gerakan perlawanan terhadap rezim kepemimpinan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto.

” PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) adalah salah satu lembaga yang mendukung berdirinya KontraS atau sering juga diartikan dengan Kontra Soeharto pada 21 Tahun Silam,” ujar Revanda Wakil Ketua (Eksternal) PMII Sumut. Rabu (20/3/19)

Sebagaimana telah menjadi pengetahuan umum, kekuasaan yang dimiliki Presiden Soeharto dan kroninya telah menyeret bangsa Indonesia ke dalam kondisi hak asasi manusia paling buruk yang dampaknya masih dirasakan hingga saat ini.

“Kita harus menolak lupa dengan tidak menerima upaya-upaya dan aktor-aktor yang berupaya untuk menyeret kembali bangsa ini ke era yang totaliter, anti demokrasi dan HAM serta mendukung pemerintah dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu.” Terang Wakil Ketua Eksternal PMII Sumut.

Tepat di momentum 21 tahun berdirinya Kontras, mari kita bersama sama merefleksikan diri untuk mengingat pertumpahan darah dikala perjuangan Reformasi dahulu.

” Kaum Millenial Harus sadar dan Tolak Pelanggar HAM berat masalalu utk berkuasa di negeri ini demi satu komitmen dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.” Tegas Revanda. ( Martinus )

Tinggalkan Balasan