Rumah Dinas Walikota Digeruduk Massa, Ini Penyebabnya

www.negaraonline.com, Tanjung Balai – Sejumlah pedagang Pasar Bahagia yang terletak dijalan Bahagia, Kelurahan Karya, Kecamatan Tanjung Balai Selatan mengeluh dan menggelar Aksi Unjukrasa serta menggrudak Rumah Dinas Walikota Tanjungbalai.

Hal ini terjadi akibat tidak sesuainya perjanjian antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Tanjungbalai Bidang Pasar dengan para pedagang, menyebabkan meja dan kios para pedagang tidak sesuai yang dibagikan.

” Seharusnya Kepala Dinas Preindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungbalai beserta jajaran berlaku arif dan bijaksana dalam menentukanatau mengambil keputusan, serta tidak mempermainkan peraturan yang dibuat, sehingga omongan yang dikeluarkan tidak berubah ubah kepada pedagang yang telah puluhan tahun berjualan dipasar Bahagia ini “, Terang salah seorang pedanag pasar Bahagian, Berliana Br Naobaho, Nismah Lileni, Juni Anti dan Lainnya.

Dikatakannya, sebelum pembangunan Pasar bahagia, “Kami memiliki dua lapak meja jualan dan sebuah kios tempat penyimpanan barang barang dagangan, namun karena adanya pembangunan atau dibangun Pasar tersebut,” Sebut Nismah.

Disprindag melalui Kabid pasar pernah mengatakan kepada pedagang setiap apa yang dimilik pedagang baik meja maupun kios akan dikembalikan seperti semula kepada para pedagang untuk menempati lokasi sesuai yang dia punya,”makanya kita didata dan di relokasi ke tempat lain”. Nismah

Tapi anehnya, kata pedagang Boru Naibaho ini lagi, Kios yang dulunya dimilikinya, sekarang kok gak ada kata staf di jajaran di Disprindag, padahal selama lima tahun menempati relokasi pasar Bahagia atau tempat jin buang anak, Uang meja harus dibayar permeja/perhari sebesar Rp. 1500 dan uang Kios dibayar Rp 3000/hari,” berjualan atau tidak “, Sedangkan Uang kartu juga harus dibayar pertahunnya Rp. 50 ribu hingga Rp. 60 ribu, Bebernya.

” Kami gak setuju dibuat begini, semua para pedagang yang lama mengeluh, menurut staf Disperindag tidak ada pedagang yang boleh memiliki 2 (dua) lapak meja, sementara dari awal berjualan sampai di Relokasi ketampat lain, iuran perhari dan pertahun tetap kami bayar, tapi kok lapak meja yang diberikan berkurang, malah gak dapat kios serta dulunya didepan kok jadi kebelakang “, Ucapnya ketus.

Para pedagang Pasar Bahagia mengaku, Kami pedagang meminta apa yang kami punya dahulu tolong dikembalikan sebagaimana mestinya karena itu adalah hak kami selama puluhan tahun berjualan, namun bila tidak terelisasi, akmi juga akan mengadakan aksi Unjukrasa besar besaran dihari senin depan, baik ke Disprindak, kantor Walikota Maupun ke Rumah Dinas Walikota Tanjungbalai.

” Semua ini kami (para pedagang Pasar Bahagia-red) lakukan, agar Hak kami dulu dikembalikan, serta Issu yang kami dengar dan Kuat Dugaan, Pengurangan meja lapak untuk pedagang, pemindahan tempat lapak (dari Depan kebelakang) hingga tidak dapatnya Kios / hak yang dulu dimiliki, dikarenakan adanya Jual Beli Lapak Jualan, Adanya hubungan Dekat atau Famili serta orang orang titipan baik dari Disprindag dan instansi lainnya “, Semoga apa yang didengar atau perkiraan kami itu tidak benar, Namun Pedagang berharap, apa yang dimiliki dulu, hendaknya diberikan kembali sebagaimana mestinya “, Pungkas Pedagang mengakhiri.(Irawan)

Tinggalkan Balasan