Sarinah Terima Manfaat JKN-KIS

Negaraonline.com, Tanjungbalai – Lebih dari lima tahun lamanya Program Jaminan Kesehatan-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memberikan manfaatnya bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.

Salah satunya adalah Sarinah (47), yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga ini, bersedia berbagi pengalamannya memperoleh manfaat Program JKN-KIS.saat ditemui dirumahnya Desa Sei Dua Hulu, Kabupaten Asahan, Rabu (17/7/19).

Dikatakan Sarinah, dirinya pernah mendapat kabar mengejutkan melalui tetangganya. Anak pertamanya bernama Tarmiji (21), mengalami musibah tertusuk ekor ikan pari beracun di tangan kanannya, ketika menangkap di pelabuhan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, jelasnya.

Lanjutnya, Ia (Tarmiji-red) yang setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) memilih untuk menjadi nelayan dan mendengar hal itu, dirinya sontak memanggil suami yang juga seorang nelayan serta tetangganya untuk membawa anaknya yang pingsan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“ Saya panik, pagi-pagi sudah dikabari begitu, memang dia melaut bersama sepupunya, karena bapaknya sudah pulang sebelum subuh, maka langsung kami bawa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Abdul Manan Simatupang daerah Kisaran karna mengalami pendarahan akibat racun ikan pari beracun tersebut,” Ungkap Sarinah.

Selanjutnya kata Sarinah lagi, anaknya menjalani operasi dan harus menjalani rawat inap selama lima hari di RS dan harus melakukan kontrol ulang pasca operasi tersebut, hingga dirinya pun bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen PBI APBN yang mendapat pelayanan kesehatan terbaik, bebernya.

“Alhamdulillah, mulai dari operasi sampai 17 jahitan dan juga rawat inap selama lima hari serta kontrol ulang sebanyak empat kali, semua ditanggung penuh JKN-KIS.” Minggu depan mau kontrol terakhir rencananya dan tidak sepeser pun keluar uang kecuali untuk pulang pergi ke rumah sakit, Dokter dan perawatpun memberi pelayanan baik, iapun bersyukur sekali karena kalau tidak ada JKN-KIS, kami harus terpaksa berhutang kepada tetangga,” Pungkas Sarinah mengakhiri.(Ambon)

Tinggalkan Balasan