Sat Intel OTT, Aktivis Masuk Jeruji Besi

Negaraonline.com, Asahan – Diduga transaksi pembatalan aksi demo di Kementerian Keagamaan Pemerintah Kabupaten Asahan UD di OTT personil Satuan Intelkam Polres Asahan di Rumah Makan (RM) Pondok Kelapa(Pokel) jalan Imam Bonjol. Rabu (9/1/19) sekira pukul 23.00 WIB.

Informasi dihimpun Negaraonline.com dikantor Kementerian Keagamaan bahwa UD mengatas surat pemberitahuan ingin aksi perihal Pungutan Liar(Pungli) sertifikasi pada pukul 10.00 WIB, sekira pukul 15.00 WIB UD kembali masuk kantor Kementerian Keagamaan. Pertemuannya (UD red.) dengan salah seorang dalam kantor diduga membicarakan transaksi di RM Pokel.

Didalam jeruji besi Reskrim dihadapan rekan yang menjenguk, UD menyebutkan kepada Negaraonline.com bahwa penangkapnya oleh personil Satuan Intelkam di RM Pokel.

Lebih lanjut dikatan UD, sebelum penangkapan ia makam bersama Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athafal dan bendahara,” Mereka beri Rp 8 juta pas kami sama beranjak dari bangku dan jalan sama langsung orang Intel menangkap bang,” sebut UD. Kamis(10/1/19)

Kasus yang diangkat UD Mahasiswa yang masih duduk di semester I Universitas Asahan (UNA) terkait Pungli Manasik Haji di Mesjid Agung Ahmad Bakrie Rp. 20 ribu per murid Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD) 

Didepan ruangan Waka Polres, Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, SIK melalui Kasat Intelkam AKP Kolis membenarkan anggotanya menangkap UD yang pada pagi hari telah menyerahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Reskrim).

Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja saat ditemui Negaraonline.com didepan ruangnya membenarkan dan masih dalam proses pemeriksaan, keterangan lebih lanjut sama Kapolres saat nanti gelar press release, ujar Kasat Reskrim sembari berjalan.

Sementara itu, terpisah melalui seluler Dr H Hayatsyah MPd Kakan Kemenag menyebutkan untuk dugaan yang menjadi bahan aktivis yang diduga telah melalukan pemerasan terhadap instansinya dan tertangkap OTT oleh petugas dari Satuan Intelkam Polres Asahan menunggu proses hukum.

“ Kalau mau lebih jelas silahkan langsung ke Polres, seluruhnya telah kami serahkan kepada pihak yang berwajib,” kata Kakan Kemenag sembari menutup selulernya. (Bawadi)

 

 

 

Tinggalkan Balasan