Sebelum Terjadi Hal Yang Tidak Diinginkan, Ketua FPI Dan Ketua MUI Minta Polisi Mendengarkan Aspirasi Masyarakat

www.negaraonline.com, Asahan – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam( FPI ) Rudi Hartono bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asahan H Salman Tanjung meminta Kapolres Asahaan segera menutup perjudian Ketangkasan alias Game Zone yang berkedok sebagai permainan anak anak di seputaran Kota Kisaran.

Semakin maraknya perjudian Game Zone di Kisaran penegak hukum jangan pura pura tidak mengetahuinya dan kita tahu omzet dari kegiatan illegal itu ratusan juta rupiah perharinya,” penegak hukum jangan pura pura tidak mengetahuinya ini judi bukan ketangkasan, ” demikian di tegaskan Ketua FPI Rudi Hatono, Selasa (30/10/18) di Jalan Cokro Aminoto Kisaran.

Baca juga
http://www.negaraonline.com/viral-dengan-modus-permainan-kapolres-asahan-perintahkan-personil

Dengan tegas, mantan anggota DPRD Asahan itu mengatakan kami atas nama ummat Islam meminta kepada penguasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan dan pihak penegak hukum untuk menangkap para pengusaha serta menutup game zone di Kota Kisaran, tegas Rudi

Lokasi tempat perjudian game zone tersebut berada di Jalan Singamangaraja ada dua lokasi, Jalan Wahidin ada satu tempat, Jalan Kartini satu tempat, Jalan Diponegoro satu tempat, Panglima Polem satu tempat dan Graha Jalan Lintas Sumatera satu tempat, sebut Rudi lagi

” Yang membuka permainan judi sampai pagi ini  berkisar jam 2 lebih, macam sudah tidak ada lagi hukum di Kisaran ini. Apa karena aparat nya tutup mata sehingga suka hati mereka.Tolong pak penegak hukum mereka diberi pelajaran.
Jangan sampai nanti kami masyarakat yang  bertindak. Ni contoh kecil yang kita sudah buat membubarkan para pemain,” cetusnya

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Asahan H Salman Tanjung ketika di konfirmasi melalui via ponsel, Selasa, (30/10) mengatakan bahwa ada 3 sisi untuk memberantas perjudian ini, yang pertama masyarakat jangan pernah bosan bosan mengadukan kegiatan perjudian yang meresahkan masyarakat kepada penegak hukum

Dan yang kedua kata Salman, meminta kepada pihak penegak hukum mendengarkan aspirasi masyarakat dan jagan pura pura tidak mengetahui sangat miris kita mendengarnya apabila penegak hukum dalam hal ini Kepolisian tidak mengetahui. Janganlah melihat siapa pengusahanya yang punya pengaruh dan jangan pula ada beking bekingi,

” Penegak hukum harus mendengar jeritan masayarakat Asahan khusunya masyarakat Kota Kisaran jangan pura pura tidak tahu “, cetus Salman

Yang ketiga Pemerintah maupun DPRD sendiri jangan jadikan komoditas politik karena sama dengan menjadi tarik ulur inisiatif sendiri segeralah di buat perda.sama sama serius menagani permasalahan ini jangan banyak pertimbangan karena takut tidak di pilih lagi menjadi anggota DPRD

Salman berharap siapapun Kapolresnya maka segera memperoses pengaduan masyarakat termasuk perjudian Gama Zone di Asahan.

Fenomena gunung es ini bisa membuat masyarakat bisa terbakar emosinya terkait semakin maraknya perjudian Gama Zone di Asahan.Sebab kata Salman bahwa salah satu misi visi Bupati Asahan adalah Asahan yang religius. (Tim)

Tinggalkan Balasan